Kamis, 30/05/2024 - 01:09 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

LIFESTYLE

Usia 20 Hingga 30-an Rentan Terserang Quarter Life Crisis, Ini Cara Terbaik Mengatasinya

JAKARTA — Bertahan dari krisis seperempat baya atau quarter life crisis bisa menjadi sesuatu yang menantang. Kondisi kecemasan dan keraguan terhadap diri sendiri pada usia 20-an hingga 30-an kerap ditandai dengan perasaan tidak pasti, mempertanyakan pilihan dan identitas, atau merasa terjebak dalam hidup.

ADVERTISEMENTS
ActionLink Hadir Lebih dekat dengan Anda

Meski merasakan hal ini terbilang wajar dan normal, quarter life crisis tetap perlu diatasi dan sebaiknya tidak dibiarkan berlarut-larut. Jika kesulitan mengatasi kondisi tersebut, apalagi disertai gejala depresi lainnya, seperti perubahan nafsu makan, kesulitan tidur, perubahan suasana hati, dan kehilangan rasa senang, segeralah berkonsultasi dengan dokter atau ahli kesehatan mental.

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses kepada Pemerintah Aceh

Dikutip dari laman Verywell Mind, Jumat (19/4/2024), sebuah penelitian pernah dilakukan terhadap 1,5 juta postingan media sosial yang merujuk pada krisis seperempat baya. Para peneliti menemukan bahwa tema umum krisis ini sering kali berpusat pada perasaan terjebak, penyakit, karier, sekolah, keluarga, keinginan untuk berubah, atau mengalami emosi yang campur aduk.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat & Sukses atas Pelantikan Pejabat di Pemerintah Aceh

Pendiri Thrive Anxiety Solutions, Carrie Howard, membagikan strategi untuk mengatasi krisis seperempat baya. Howard yang merupakan pekerja sosial berlisensi sekaligus profesional perawatan kecemasan klinis bersertifikat mengatakan beberapa taktik yang bisa membantu.

Berita Lainnya:
Kemenkes: Hipertensi Penyebab Kematian Keempat Tertinggi di RI

Memahami bahwa krisis perkembangan seperti ini adalah bagian normal dari kehidupan dapat membantu. Apa yang dirasakan itu bukanlah hal yang aneh, dan lakukan refleksi diri bahwa perasaan tanpa arah tersebut justru bisa menjadi cara untuk belajar lebih banyak tentang diri sendiri. 

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

“Luangkan waktu untuk menulis jurnal atau menelusuri daftar nilai-nilai untuk membantu Anda mengetahui apa yang paling penting salam hidup. Mendapatkan kejelasan tentang hal-hal ini akan membantu Anda membuat keputusan ke depan yang sejalan dengan nilai-nilai Anda,” ungkap Howard.

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan

Selain berkontemplasi dan menulis jurnal, strategi lain yang bisa membantu adalah visualisasi. Bayangkan diri mengikuti berbagai jalur kehidupan atau bayangkan diri sendiri di masa depan dan pertimbangkan bagaimana setiap pilihan itu memengaruhi perasaan.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

Teman, anggota keluarga, mentor, dan individu terpercaya lainnya dapat menjadi sumber masukan. Pandangan mereka dapat membantu diri mengenali kekuatan dan potensi dengan lebih baik. Selain itu, Howard mengatakan penting juga untuk melepaskan ekspektasi lama yang mungkin datang dari diri sendiri, orang tua, atau orang lain dalam hidup.

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh
Berita Lainnya:
Manfaat Tertawa yang tak Banyak Orang Ketahui
ADVERTISEMENTS

“Ganti dialog batin dari penggunaan kata-kata seperti ‘seharusnya’, ‘semestinya’, dan ‘harus’ yang secara halus memberikan tekanan pada diri sendiri agar hidup terlihat seperti itu dan menimbulkan rasa malu ketika ekspektasi tersebut tidak terpenuhi,” ucapnya.

ADVERTISEMENTS

Howard pun merekomendasikan, jangan membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Itu mungkin merupakan kecenderungan alami, namun bisa menjadi pencuri kebahagiaan. Media sosial dapat memperburuk kebiasaan ini. 

“Penting untuk diingat bahwa apa yang Anda lihat di dunia maya sering kali hanya mewakili hal-hal tertentu dalam kehidupan seseorang. Apa yang tidak Anda lihat adalah semua pergumulan, kekecewaan, dan rasa tidak aman yang dialami orang lain. Perjalanan setiap orang unik dan berbeda. Apa yang tepat bagi orang lain belum tentu tepat bagi Anda,” kata dia.

 

 

 

 

 

 

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi