Minggu, 19/05/2024 - 06:56 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

LIFESTYLE

Dimasak dengan Minyak Goreng Bekas, Makanan Jadi Mengandung Zat Perusak Otak

Pedagang menggoreng cilor (aci telor) dengan minyak bekas. Mengonsumsi makanan yang digoreng dengan minyak bekas bisa bahayakan kesehatan otak.

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

JAKARTA — Menggoreng adalah salah satu cara yang umum dipraktikkan warga dunia dalam mengolah bahan pangan. Dilansir The Sun, Jumat (19/4/2024), para ilmuwan dari University of Chicago di Chicago, Illinois, Amerika Serikat (AS) mempelajari pengaruh makanan yang digoreng dalam kuali besar berisi minyak goreng bekas.

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan

Mereka menemukan bahwa minyak goreng bekas, yang digunakan untuk memasak makanan dan kemudian dipanaskan berulang, mengandung sifat yang merusak otak. Bahan berbahaya itu yang meresap ke dalam makanan yang dikonsumsi masyarakat.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat & Sukses ada Pelantikan Direktur PT PEMA dan Kepala BPKS

Restoran di berbagai belahan dunia banyak yang memakai minyak bekas untuk menggoreng makanan. Rantai makanan cepat saji biasanya menggunakan kembali minyak selama sehari, beberapa hari, atau bahkan berminggu-minggu.

ADVERTISEMENTS
Selamat Memperingati Hardiknas dari Bank Aceh Syariah
Berita Lainnya:
Makanan Terbaik untuk Kesehatan Otak, Enak dan Mudah Didapat

Dalam penelitian tersebut, tikus dibagi menjadi lima kelompok. Masing-masing diberi makanan standar untuk dimakan, atau makanan yang dilengkapi dengan minyak wijen atau bunga matahari yang tidak dipanaskan atau dipanaskan kembali.

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh

Minyak yang dipanaskan kembali digunakan untuk mensimulasikan efek minyak goreng yang digunakan kembali. Tikus yang mengonsumsi minyak wijen atau bunga matahari yang dipanaskan kembali mengalami peningkatan stres oksidatif dan peradangan di hati. Medical Daily melaporkan mereka juga mengalami kerusakan parah pada usus besar.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

Para peneliti mengatakan bahwa perubahan pada hati berarti pengangkutan asam lemak omega-3 DHA ke otak menurun. Menurut mereka, hal ini menyebabkan tingkat degenerasi saraf yang lebih tinggi pada tikus dan keturunannya.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Reza Saputra sebagai Kepala BPKA
Berita Lainnya:
Dokter: Peran Keluarga Penting untuk Dukung Individu dengan Autisme dan Kebutuhan Khusus

Tikus yang diberi makanan tinggi minyak bekas menunjukkan lebih banyak tanda-tanda peradangan di hati yang diyakini mempercepat penurunan kognitif. Penurunan kognitif merupakan cikal bakal demensia.

ADVERTISEMENTS

Para peneliti juga mendeteksi lebih banyak tanda-tanda kerusakan otak pada tikus yang diberi makanan tinggi minyak panas dibandingkan dengan kelompok kontrol. Kerusakan otak yang sama tampaknya juga terjadi pada anak-anak tikus yang mengonsumsi makanan berbahaya.

ADVERTISEMENTS

“Menggoreng dengan suhu tinggi telah dikaitkan dengan beberapa gangguan metabolisme dan sepengetahuan kami, kami adalah orang pertama yang melaporkan bahwa suplementasi minyak goreng dalam jangka panjang meningkatkan degenerasi saraf,” kata para ilmuwan dari University of Chicago.

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi