Kamis, 30/05/2024 - 10:13 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

HIBURAN

Musik, Meditasi, dan Dedikasi Ajing Zhaa Lestarikan Instrumen Tiup Tradisional Cina

Ajing Zhaa tampil dalam Spring Melody Concert yang digelar di gedung Beijing Language and Cultural Center for Diplomatic Mission, Beijing, Cina, Kamis (18/4/2024) malam.

ADVERTISEMENTS
ActionLink Hadir Lebih dekat dengan Anda

Laporan Jurnalis Republika Kamran Dikarma dari Beijing, Cina

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses kepada Pemerintah Aceh

BEIJING — Menciptakan musik untuk ketenangan jiwa sudah menjadi semangat dari Ajing Zhaa, musisi asal Yunnan, Cina. Dalam proses pencarian identitasnya sebagai musisi, Ajing tertambat, dan pada akhirnya mengabdikan dirinya untuk melestarikan alat musik tiup tradisional Negeri Tirai Bambu.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat & Sukses atas Pelantikan Pejabat di Pemerintah Aceh

Saya berkesempatan menyaksikan konser Ajing pada Kamis (18/4/2024) malam lalu. Konser Ajing dengan tajuk “Spring Melody Concert” digelar di gedung Beijing Language and Cultural Center for Diplomatic Mission. Saya hadir bersama para jurnalis yang sedang mengikuti program China International Press Center (CIPC).

Berita Lainnya:
Slow Travel Makin Diminati, Ini Rekomendasi Wisata yang Cocok untuk Melakukannya

Dalam konser tersebut, Ajing tampil solo. Kendati demikian, ia telah mempersiapkan aransemen yang sudah direkamnya terlebih dulu. Aransemen tersebut menjadi pengiring untuk permainan alat musik tiup tradisionalnya. Pada awal pertunjukannya, Ajing tak lupa memperkenalkan terlebih dulu beberapa instrumen yang hendak dimainkannya.

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

“Pertama, izinkan saya memperkenalkan Anda pada instrumen dari padang rumput. Ini memiliki sejarah 8.000 tahun dan merupakan simbol suku nomaden, yang dikenal sebagai ‘mordun chaoer’,” kata Ajing kepada para penonton.

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan
Berita Lainnya:
Video Terbaru RIIZE Buat Fans Marah, Ada Apa?

Ajing mengungkapkan, mordun chaoer terbuat dari bambu. Namun, karena bambu tidak tumbuh subur di padang rumput bagian utara Cina, orang-orang di sana biasanya membuatnya dari alang-alang, kemudian membungkusnya dengan usus domba hingga membentuk lapisan pelindung.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

Sementara mordun chaoer yang dimainkan Ajing pada konser malam itu terbuat dari pipa PVC. Ajing mengatakan, instrumen mordun chaoer normal, rentan terhadap tantangan iklim dan cuaca. Sementara yang terbuat dari pipa PVC lebih memiliki daya tahan.

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh
ADVERTISEMENTS

Setelah memperkenalkan mordun chaoer, Ajing pun memainkan gubahan pertamanya. Dia memutar aransemen yang telah direkamnya lebih dulu.

ADVERTISEMENTS

Selanjutnya…

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi