Kamis, 23/05/2024 - 01:09 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

INTERNASIONALTIMUR TENGAH

Turki Kecam Kritik Israel Atas Pertemuan Erdogan dengan Pemimpin Hamas

ISTANBUL — Pemerintah Turki dan Israel saling serang atas pertemuan Presiden Turki Recep Tayyep Erdogan dengan Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyeh. Pertemuan ini digelar saat Haniyeh berkunjung ke Turki.

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

Di media sosial X pada Sabtu (20/4/2024) kemarin Menteri Luar Negeri Israel Israel Katz mengkritik keras Erdogan. “Aliansi Ikhwanul Muslimin: pemerkosaan, pembunuhan, penodaan mayat dan pembakaran bayi-bayi. Erdogan, kamu memalukan!” ujarnya di X.

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Turki Oncu Keceli merespon cicitan tersebut. “Pihak berwenang Israel yang harus malu. Mereka membantai hampir 35 ribu rakyat Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak,” katanya seperti dikutip dari Aljazirah, Ahad (21/4/2024).

“Upaya anggota pemerintah Israel untuk mengubah agenda tidak membuahkan hasil. Prioritas Turki adalah mengakhiri pembantaian di Gaza dan pendiran negara Palestina untuk memastikan perdamaian jangka panjang di kawasan kami,” tambahnya.

Dalam wawancaranya di kantor berita Anadolu Agency, Haniyeh mengatakan kunjungannya ke Turki dilakukan dalam konteks hubungan historis dan terhormat antara Turki dan Palestina. Ia mengatakan ia mengadakan pertemuan penting selama sekitar dua jam dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Menteri Luar Negeri Hakan Fidan.

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh

Haniyeh mengatakan mereka membuat pernyataan komprehensif mengenai serangan Israel ke Gaza dan apa yang telah dialami warga Palestina selama hampir tujuh bulan. Haniyeh mengatakan dalam pertemuan itu ia menyampaikan desakannya kepada Erdogan mengenai genosida terhadap rakyat Palestina, negosiasi yang sedang berlangsung untuk gencatan senjata dan tuntutan Hamas serta kelompok-kelompok perlawanan untuk “gencatan senjata permanen di Gaza, penarikan penuh Israel dari Jalur Gaza, kembalinya para pengungsi ke rumah-rumah mereka, rekonstruksi, pencabutan blokade, dan tercapainya kesepakatan pertukaran tahanan.”

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action
Berita Lainnya:
Israel Minta AS Hentikan Pendanaan ke PBB

Pemimpin Hamas memuji dukungan Erdogan terhadap perjuangan Palestina. “Pernyataan Presiden Erdogan dalam pertemuan Partai Keadilan dan Pembangunan (AK Party) di mana ia menggambarkan Hamas sebagai gerakan pembebasan Nasional dan menyamakannya dengan Kuva-i Milliye (Pasukan Nasional), tidak diragukan lagi menjadi sumber kebanggaan bagi kami dan rakyat Palestina,” kata Haniyeh seperti dikutip dari Anadolu Agency.

“Hamas adalah apa yang Kuva-i Milliye (Pasukan Nasional yang aktif selama Perang Kemerdekaan Turki antara tahun 1918-1921) berada di Turki selama Perjuangan Nasional. Kami pasti tahu bahwa mengatakan hal ini akan ada harganya,” kata Erdogan dalam pertemuan itu.

ADVERTISEMENTS

Haniyeh mengatakan Hamas merupakan gerakan perjuangan “untuk membebaskan tanah, nilai-nilai suci, dan rakyat kami dari penjajahan.”

ADVERTISEMENTS

Menyoroti hubungan historis Turki dengan perjuangan Palestina karena posisi regional dan Islamnya, Haniyeh mengatakan pernyataan Erdogan mencerminkan hati nurani rakyat Turki, yang menganggap perjuangan Palestina sebagai perjuangan mereka sendiri, berempati dengan Gaza dari sudut pandang kemanusiaan, dan menentang penindasan.

Berita Lainnya:
Hamas Tiba di Kairo, Disambut Ancaman AS yang Minta Qatar Usir Hamas Jika Tolak Proposal Israel

Ia menggarisbawahi perlunya menyatukan upaya untuk menghentikan serangan Zionis, yang tetap berdiri dengan dukungan AS. Haniyeh juga memuji sikap intelektual, sejarah dan politik rakyat Turki terhadap perjuangan Palestina.

“Kami masih ingat Presiden Erdogan mengangkat peta Palestina dalam pidatonya di PBB dan menjelaskan bagaimana Palestina secara bertahap dijajah sebagai tanggapan terhadap Shimon Peres,” katanya.

“Kami memantau dengan seksama posisi Turki di kawasan ini, kebijakan regional dan internasionalnya, serta sikapnya terhadap perjuangan Palestina dan Gaza dengan sangat penting,” ujar Haniyeh menambahkan.

“Kami masih ingat bagaimana rakyat Turki mengorbankan para syuhada di kapal Mavi Marmara demi pencabutan blokade di Gaza,” kata Haniyeh.

Ia menambahkan Turki mempertahankan sikap yang konsisten terhadap perjuangan Palestina dan blokade Gaza. “Selama pertemuan kami dengan Erdogan, kami membahas keputusan yang diambil terkait pembatasan komersial terhadap Israel dan dampaknya terhadap aktivitas komersial,” katanya.

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS
1 2

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi