Sabtu, 15/06/2024 - 23:39 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

LIFESTYLE

Komplikasinya Bisa Rusak Saraf, Ginjal, Hingga Jantung, Seperti Apa Gejala Awal Diabetes?

JAKARTA — Masyarakat perlu lebih mengenali gejala diabetes. Jika tidak dikendalikan, penyakit yang juga dikenal dengan istilah kencing manis ini dapat memicu komplikasi yang merusak saraf, ginjal, hingga jantung.

ADVERTISEMENTS
Selamat Hari Raya Idul Adha 1445 H dari Bank Aceh Syariah

Praktisi kesehatan masyarakat sekaligus dokter spesialis penyakit dalam di RSUD Tamansari, dr Cindya Klarisa Simanjuntak, mengingatkan tingginya prevalensi diabetes melitus di Jakarta yang mencapai 11,4 persen. Jumlah penyandang diabetes ada 1.532.000 orang per Agustus 2023.

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses atas Dilantiknya Daddi Peryoga sebagai Kepala OJK Provinsi Aceh

“Harus segera mengenali gejala dan mengendalikan diabetes,” kata dr Cindya saat dikonfirmasi di Jakarta pada Senin (22/4/2024).

ADVERTISEMENTS
Menuju Haji Mabrur dengan Tabungan Sahara Bank Aceh Syariah

Dokter Cindya menjelaskan bahwa diabetes melitus menjadi penyakit yang mengundang atau menyebabkan penyakit lainnya. Komplikasi akibat diabetes melitus beragam, mulai dari jantung koroner, penyakit ginjal kronik, kerusakan saraf, masalah kesehatan mulut, gangguan penglihatan, gangguan pendengaran, gangguan pembuluh darah, hingga gangguan mental.

ADVERTISEMENTS
ActionLink Hadir Lebih dekat dengan Anda
Berita Lainnya:
Kemenkes: Hipertensi Penyebab Kematian Keempat Tertinggi di RI

Apa penyebab utama diabetes? Dokter Cindya menyebut, berat badan berlebih menjadi faktor utama.

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses kepada Pemerintah Aceh

“Populasi dengan indeks masa tubuh (IMT) berlebih, lebih berisiko menjadi diabetes,” kata dr Cindya.

ADVERTISEMENTS
Selamat Menunaikan Ibadah Haji bagi Para Calon Jamaah Haji Provinsi Aceh

IMT merupakan indikator sederhana yang didapat dengan membagi berat badan (dalam kilogram) dengan tinggi badan (dalam meter kuadrat). Untuk populasi asia, IMT >= 24 kg/m2 sudah dikategorikan kelebihan berat badan.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat & Sukses atas Pelantikan Pejabat di Pemerintah Aceh

Selain itu, orang berisiko diabetes ketika aktivitas fisiknya rendah. Apalagi, jika sering mengonsumsi makanan cepat saji dan makanan atau minuman yang tinggi gula dan pemanis.

ADVERTISEMENTS
ADVERTISEMENTS
Selamat Memperingati Hari Kelahiran Pancasila 1 Juni 2024

“Terus riwayat keluarga. Studi menunjukkan keturunan pasien DM tipe 2 berisiko 30-70 persen berkembang menjadi DM tipe 2,” kata dia.

ADVERTISEMENTS
ADVERTISEMENTS
Selamat dan Sukses kepada Pemerintah Aceh atas Capai WTP BPK
Berita Lainnya:
Cara Mengatasi Kulit Kering yang Rentan Dialami Lansia

Berat badan lahir rendah atau kelahiran prematur juga menjadi faktor risiko diabetes. Berat badan lahir rendah dan bayi yang lahir prematur memiliki risiko lebih besar berkembang menjadi DM tipe 2.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

“Terakhir, kurang menerapkan pola hidup sehat setiap hari,” kata dia.

ADVERTISEMENTS
Bayar Jalan tol dengan Pencard

Ketika mengidap diabetes, orang akan mengalami gejala khas. Mereka dapat merasa cepat merasa haus (polidipsi), sering buang air kecil (poliuri), dan cepat merasa lapar (polifagi).

“Kemudian penurunan berat badan yang tidak diketahui penyebabnya, pandangan mata kabur dan luka yang tidak kunjung sembuh,” kata dia.

sumber : Antara

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

وَلَقَدْ صَرَّفْنَا فِي هَٰذَا الْقُرْآنِ لِلنَّاسِ مِن كُلِّ مَثَلٍ ۚ وَكَانَ الْإِنسَانُ أَكْثَرَ شَيْءٍ جَدَلًا الكهف [54] Listen
And We have certainly diversified in this Qur'an for the people from every [kind of] example; but man has ever been, most of anything, [prone to] dispute. Al-Kahf ( The Cave ) [54] Listen

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi