Kamis, 30/05/2024 - 00:39 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

LIFESTYLE

Tenggorokan Nyeri, Kapan Harus Curiga Itu Gejala Kanker?

JAKARTA — Nyeri tenggorokan boleh jadi kerap dianggap bukan masalah serius. Namun, pakar kesehatan telah memperingatkan bahwa gejala nyeri di tenggorokan bisa menjadi indikator penyakit kanker yang mematikan, yaitu Limfoma non-Hodgkin.

ADVERTISEMENTS
ActionLink Hadir Lebih dekat dengan Anda

Menurut Globocan 2018, terdapat 14.164 kasus limfoma non-Hodgkin di Indonesia. Itu adalah jenis kanker keenam yang paling umum di Inggris, tapi gejalanya tidak begitu dikenal dibandingkan bentuk penyakit lainnya.

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses kepada Pemerintah Aceh

Penyakit ini juga merupakan penyebab kematian akibat kanker yang paling umum ke-11, dengan 4.900 kematian setiap tahunnya. Menurut Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS), limfoma non-Hodgkin berkembang di sistem limfatik, jaringan pembuluh dan kelenjar yang tersebar di seluruh tubuh.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat & Sukses atas Pelantikan Pejabat di Pemerintah Aceh

Oleh karena itu, gejala penyakit yang paling umum biasanya menyerang kelenjar getah bening, termasuk di leher, selangkangan, atau ketiak. Kelenjar getah bening ini bisa membengkak jika ada kanker.

Berita Lainnya:
Delapan Cara Mudah untuk Jaga Otak Tetap Sehat dan Tajam

Penyakit ini disebabkan oleh jenis sel darah putih tertentu, yang dikenal sebagai limfosit, berkumpul di kelenjar getah bening. Dalam beberapa kasus, tanda peringatan dini juga bisa berupa sakit tenggorokan.

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

Laman Healthline menjelaskan, hal ini bergantung pada “di mana kanker dimulai”. Sementara menurut Medical News Today, sakit tenggorokan dan pembengkakan kelenjar getah bening bisa menjadi tanda masalah kesehatan yang “serius”, seperti limfoma.

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan

Namun, sakit tenggorokan dapat dengan mudah dianggap sebagai gejala pilek atau flu. Ini seperti yang dialami pasien bernama Graeme Stirling (62 tahun), asal Dunfermline, Skotlandia.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

Stirling pertama kali mengalami sakit tenggorokan pada 2020, tapi mengabaikannya. Setelah merasa ada yang salah, ayah tiga anak itu pun menemui dokter. Seperti dilansir The Daily Record, ternyata keluhan yang dialaminya itu adalah pembengkakan kelenjar getah bening yang disebabkan oleh limfoma non-Hodgkin.

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh
Berita Lainnya:
Waspada, Obesitas Terkait dengan 32 Jenis Kanker!
ADVERTISEMENTS

“Sejujurnya, saya tidak memikirkan apa pun tentang kesehatan saya karena saya masih baik-baik saja dan sehat, tetapi saya terbangun dengan sakit tenggorokan,” kata Stirling, seperti dilansir dari laman Express, Senin (22/4/2024).

ADVERTISEMENTS

Kabar baiknya, kanker Stirling terdeteksi cukup dini. Ia menjalani kemoterapi dan transplantasi sel induk selama tiga bulan sampai akhirnya dinyatakan bebas kanker.

Meskipun sakit tenggorokan dan pembengkakan kelenjar getah bening merupakan tanda peringatan limfoma non-Hodgkin, NHS mengungkapkan bahwa hal ini tidak selalu berarti orang mengidap penyakit tersebut. Sebab, kelenjar ini “sering membengkak sebagai respons terhadap infeksi”.

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi