Kamis, 30/05/2024 - 14:24 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

LIFESTYLE

Turis Australia Unggah Kisah di Medsos Kena DBD di Bali, Ini Respons Menkes

Nyamuk Aedes aegypti sebagai penyebab penyakit DBD (ilustrasi). Menteri Kesehatan Budi Sadikin merespons kabar turis Australia yang membagikan kisah dirinya kena DBD di Bali.

ADVERTISEMENTS
ActionLink Hadir Lebih dekat dengan Anda

JAKARTA — Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menanggapi kabar turis asal Queensland, Australia, yang berbagi kisahnya di media sosial saat terkena demam berdarah dengue (DBD) di Bali.

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses kepada Pemerintah Aceh

“Saya malah bilang kalau orang Australia kena DBD di Indonesia mungkin dia harusnya bersyukur, karena rumah sakit di Indonesia lebih ahli menangani demam berdarah,” kata dia setelah membuka Arbovirus Summit di Denpasar, Senin (22/4/2024).

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat & Sukses atas Pelantikan Pejabat di Pemerintah Aceh

Kepada media, ia menyampaikan bahwa kasus demam berdarah ada di Indonesia sepanjang tahun, dengan seratusan ribu kasus dan sekitar 400 korban meninggal dunia artinya negara memiliki pengalaman dalam mengatasi pasien DBD. “Saya cerita tadi dalam forum, ada direktur utamanya perusahaan besar di Indonesia kena demam berdarah dikirim ke Singapura malah meninggal, karena di sana kan tidak ada DBD,” ujarnya.

Berita Lainnya:
Manfaat Kacang Mete Bisa Kurangi Kolesterol Hingga Baik untuk Diabetes

Menurut dia, kejadian itu disebabkan oleh pengalaman dokter yang menangani, sebab membutuhkan banyak perhitungan untuk menangani kasus demam berdarah. “Ada aturan kapan trombositnya turun, harus apa itu tergantung pengalaman, Indonesia karena banyak kasus jadi pengalamannya tinggi, saya rasa Australia tidak sebanyak kita, Brazil paling banyak karena kasusnya tinggi,” ujarnya.

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

Terkait dengan vaksinasi demam berdarah, kata dia, saat ini belum ada pertimbangan untuk mewajibkan program vaksin tersebut, apalagi jika dibandingkan dengan penyakit lain kasus demam berdarah tergolong rendah. “Sebenarnya DBD itu tingkat fatalnya rendah, jadi kalau dibanding misalnya TBC yang meninggal di Indonesia diangka 100 ribu, sedangkan demam berdarah yang meninggal 400-an, jadi kalau kita prioritas vaksin itu kita kasi ke TBC dulu dibanding DBD, DBD itu rendah karena Indonesia sudah sering kena ini penyakit bisa diobati dan tinggi tingkat keberhasilannya,” kata Budi Gunadi.

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan
Berita Lainnya:
Penderita Penyakit Jantung tidak Disarankan Olahraga Malam Hari

Sekretaris Daerah (Sekda) Bali Dewa Made Indra turut merespons dengan meminta tidak membedakan siapa pun pasien demam berdarah, sebab semuanya mendapat penanganan yang sama. “Yang terpenting setelah terinfeksi cepat responsnya supaya kesehatannya segera pulih, tidak lagi ada penularan infeksi, jangan terlalu didramatisir karena bisa berdampak ke pariwisata,” ujarnya.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

sumber : Antara

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh
ADVERTISEMENTS

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi