Senin, 20/05/2024 - 12:33 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

ISLAM

Mendidik Keluarga dengan Adab Syariat, Bolehkah Memukul Anak? 

JAKARTA — Ulama bergelar Sulthanil Ulama, Syekh Izzuddin bin Abdussalam (w 660 H), dalam kitabnya mengungkapkan cara mendidik keluarga dengan adab syariat. Dia mengawali penjelasannya dengan mengutip beberapa ayat Alquran sebagai berikut: 

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

Allah Subhanahu wa Ta’ala (SWT) berfirman: 

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan

وَأْمُرْ اَهْلَكَ بِالصَّلٰوةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَاۗ  

Artinya: “Perintahkanlah keluargamu melaksanakan sholat dan bersabarlah denganz sungguh-sungguh dalam mengerjakannya … (QS Thaha [20]: 132).

Allah SWT berfirman: 

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.” (QS At tahrim [66]:6).

Syekh Izzuddin menjelaskan, menjaga keluarga dari neraka tiada lain adalah memerintahkan mereka untuk bertakwa dan mendorong mereka untuk taat. Seperti disampaikan dalam hadits, Rasulullah SAW bersabda, 

ADVERTISEMENTS

“Suruhlah mereka mengerjakan shalat ketika berumur tujuh tahun dan pukullah mereka karena meninggalkan shalat ketika berumur 10 tahun.” 

ADVERTISEMENTS

Menurut Syekh Izzuddin, mendidik tata krama terhadap keluarga adalah memberi nikmat dan berbuat baik kepada mereka. Keutamaan mengajak kepada adab tergantung pada keutamaan adab itu sendiri. 

Berita Lainnya:
Lima Ayat dalam Alquran Perintahkan Berkurban

“Pendidikan paling mulia adalah pendidikan adab, sehingga menjadi taqarrub yang paling utama dan taat yang paling mulia. Demikian pula yang paling utama kemudian yang lebih utama, yang paling ideal kemudian yang lebih ideal,” kata Syekh Izzuddin dalam kitabnya yang berjudul Syajaratul Ma’arif terbitan Qaf halaman 558. 

Lalu, bagaimana mendidik anak? Bolehkah memukul anak? 

Berita Lainnya:
Israel Serang Suriah, Ini Kisah Heroik Kaum Muslim Saat Bebaskan Suriah dari Romawi

Syekh Izzuddin mengatakan, jika anak telah belajar apa yang mesti dipelajari tanpa diperintah maka tidak perlu diperintah. Dan jika tidak mau belajar tanpa diperintah maka perlu diperintah. 

“Apabila perintah tidak mempan terhadap anak, maka perlu dipukul dengan pukulan yang dapat ditanggung oleh si anak sepertinya, dan pada umumnya tidak membahayakan,” ujar Syekh Izzuddin. 

Namun, tambah dia, jika tidak mempan kecuali dengan pukulan yang melukai, maka haram melakukan pukulan yang melukai karena bisa menyebahkan kematian.

“Tidak boleh juga menggunakan pukulan yang tidak melukai karena pukulan itu diperbolehkan tiada lain sebagai alat untuk memperbaiki dan jika tidak terjadi perbaikan maka haram hukumnya karena berarti membahayakan yang tidak bermanfaat,” kata dia.

 

 

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi