Rabu, 22/05/2024 - 07:50 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

NASIONAL
NASIONAL

Demo May Day, Buruh Sampaikan Dua Tuntutan, Salah Satunya Hapus UU Cipta Kerja

Presiden Partai Buruh sekaligus Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyampaikan enam tuntutan buruh dalam demonstrasi Hari Buruh (May Day) di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Senin (1/5/2023).

ADVERTISEMENTS
QRISnya satu Menangnya Banyak

 JAKARTA — Sejumlah elemen buruh menggelar aksi unjuk rasa memperingati hari buruh internasional atau May Day 2024 di Patung Kuda Arjuna Wiwaha atau Patung Kuda Indosat, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (1/5/2024). Sekitar pukul 12.30 WIB ribuan buruh bergerak ke kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) untuk kegiatan selanjutnya.

ADVERTISEMENTS
Bayar PDAM menggunakan Aplikasi Action Bank Aceh Syariah - Aceh Selatan

Dalam demontransi itu mereka menyampaikan dua tuntutan. “May Day kali ini mengangkat dua isu utama, pertama cabut Omnibus Law UU Ciptaker, kedua Hostum, yaitu hos hapus outsourcing tum tolak upah murah. Dua  isu tersebut yang menjadi persoalan buruh dalam lima tahun terakhir,” ujar Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal di lokasi, Rabu (1/5/2024).

Berita Lainnya:
Ini Dua Lawan Sepadan Anies Jika Maju di Pilgub DKI Menurut Peneliti Survei

Pria yang juga menjabat sebagai Presiden Partai Buruh tersebut mengatakan, bahwa kehadiran Undang-Undang Cipta Kerja membuat terjadinya gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Bahkan undang-undang yang menuai berbagai kecaman tersebut menyebabkan upah buruh tidak kunjung mengalami kenaikan. 

“Tidak benar Undang-Undang Ciptaker menarik investasi baru dan menyerap tenaga kerja. Yang benar adalah PHK di mana-mana. Kenaikan upah akibat omnibus law hanya 1,58 persen,” tegas Said Iqbal.

ADVERTISEMENTS
PDAM Tirta Bengi Bener Meriah Aplikasi Action Bank Aceh
Berita Lainnya:
Gerindra Usung Riza Patria dan Rani Maulani untuk Pilkada DKI

Sementara pada saat ini, sambung Said Iqbal, adalah 2,8 persen dan pertumbuhan ekonomi 5,2 persen. Namun data tersebut tidak dapat dinikmati oleh kalangan kelas menengah ke bawah termasuk buruh. Justru yang nikmati orang kaya. Hal itu bisa terjadi ekonomi tumbuh dinikmati oleh orang menengah atas yang memiliki upah besar.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

“Kami berharap tidak ada lagi klaster ketenagakerjaan dalam omnibus law UU Ciptaker, bentuknya apa, presiden terpilih kami berharap perppu pengganti UU mencabut klaster ketenagakerjaan dan klaster petani yang merugikan buruh, petani, nelayan dan kelas pekerja,” tegas Said.

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
ADVERTISEMENTS

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi