Selasa, 25/06/2024 - 06:37 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

ACEH

Peringati Hari Thalasemia Sedunia, Yayasan BFLF Kunjungi Penyintas Thalasemia RSUDZA

Banda Aceh- Yayasan Blood For Life Foundation (BFLF) Indonesia memperingati Hari Thalasemia Sedunia bersama puluhan penderita Thalasemia di Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA). BFLF membagikan paket berisi masker, sabun mandi, dan souvenir lainnya kepada para penyintas talasemia yang sedang dirawat di rumah sakit tersebut.

Ketua BFLF, Michael Octaviano mengatakan kegiatan tersebut dilakukan untuk mendukung dan menumbuhkan semangat bagi para penyintas thalasemia. Selain itu mereka juga memberikan informasi tentang rumah singgah yang tersedia di dekat rumah sakit, serta ikut membantu mempersiapkan kebutuhan darah untuk transfusi.

Michael mengatakan jumlah penyintas thalasemia meningkat setiap tahunnya di Aceh, hampir mencapai 700 orang.

Berita Lainnya:
Kick Off Intervensi Serentak Pencegahan Stunting Diluncurkan di Alue Naga

“Hal ini menjadi perhatian bersama untuk mencegah peningkatan tersebut dengan cara melakukan pemeriksaan darah sebelum menikah, sehingga pasangan yang bertemu tidak memiliki pembawa sifat thalasemia yang sama,” ujarnya, Rabu (08/05/2024).

Michael mengatakan, penyintas thalasemia di Aceh ke depannya harus bisa melakukan transfusi di kabupaten atau kota tempat tinggal mereka, sehingga mereka tidak perlu melakukan perjalanan jauh ke Banda Aceh.

“Pemerintah daerah dan rumah sakit setempat perlu memperhatikan ketersediaan darah, alat-alat penyaringan, dan proses pengolahan darah,” kata dia.

Menurutnya, ketersediaan obat zat klasi besi juga perlu diperhatikan untuk penyintas thalasemia guna mengurangi penumpukan zat besi dalam tubuh mereka.

“Saat ini pelayanan ini masih terpusat di Rumah Sakit Dr. Zainoel Abidin, sehingga pasien talasemia dari 23 kabupaten dan kota di Aceh harus pergi ke sana untuk mendapatkannya,” ujarnya.

Berita Lainnya:
Pj Gubernur Jadi Inspektur Upacara Hari Lahir Pancasila

Michael berharap ada perhatian khusus untuk proses pendidikan anak penyintas thalasemia yang kadang terganggu karena harus berpergian jauh dan libur sekolah untuk berobat.

Michael menyebutkan, kerjasama dari semua pihak sangat diharapkan untuk membantu mengurangi beban penyintas thalasemia. Ia merinci, untuk satu orang thalasemia mayor pemerintah mengeluarkan biaya sebesar Rp400 juta selama setahun.

“Bagi yang membutuhkan, kami terbuka selama 24 jam, hubungi ke call center BFLF di 082370809008,” sebutnya.


Reaksi & Komentar

وَرَبَطْنَا عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ إِذْ قَامُوا فَقَالُوا رَبُّنَا رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ لَن نَّدْعُوَ مِن دُونِهِ إِلَٰهًا ۖ لَّقَدْ قُلْنَا إِذًا شَطَطًا الكهف [14] Listen
And We made firm their hearts when they stood up and said, "Our Lord is the Lord of the heavens and the earth. Never will we invoke besides Him any deity. We would have certainly spoken, then, an excessive transgression. Al-Kahf ( The Cave ) [14] Listen

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi