Senin, 17/06/2024 - 05:10 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

NASIONAL
NASIONAL

Dirjen Kementan Kena Semprot SYL Tiap Telat Setoran

JAKARTA — Dirjen Peternakan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan) Nasrullah mengungkapkan pernah jadi target kekesalan mantan Mentan Syahrul Yasin Limpo (SYL). Musababnya karena

ADVERTISEMENTS
Selamat Hari Raya Idul Adha 1445 H dari Bank Aceh Syariah

Nasrullah membayar uang setoran terlambat.

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses atas Dilantiknya Daddi Peryoga sebagai Kepala OJK Provinsi Aceh

Hal itu dikatakan oleh Nasrullah ketika memberi keterangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Senin (13/5/2024). Nasrullah bersaksi untuk terdakwa eks Mentan Syahrul Yasin Limpo (SYL) dkk. Nasrullah awalnya merasa harus menyanggupi permintaan SYL bersama Dirjen lain di Kementan karena takut dianggap tak setia.

ADVERTISEMENTS
Menuju Haji Mabrur dengan Tabungan Sahara Bank Aceh Syariah

“Karena ini perintah, kami bisa dianggap tidak loyal jika tidak melaksanakan perintah tersebut,” kata Nasrullah dalam sidang tersebut

ADVERTISEMENTS
ActionLink Hadir Lebih dekat dengan Anda

Jaksa KPK lalu membacakan BAP Nasrullah soal ancaman yang pernah diterima karena tak menyanggupi permintaan SYL. “Saya pernah menerima ancaman dan paksaan dari SYL secara tidak langsung saat menjabat sebagai Dirjen Peternakan karena saya sering terlambat atau sepenuhnya tidak mengikuti perintah untuk memenuhi kebutuhan non-budgeter,” ujar Jaksa KPK membacakan BAP Nasrullah.

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses kepada Pemerintah Aceh
Berita Lainnya:
Parah! Perwira TNI Gelapkan Duit Satuan Rp 876 Juta Buat Main Judi Online

Dalam BAP itu, Jaksa KPK mengungkap kejadian tersebut sekitar bulan Juli 2022. Saat itu, SYL mengumpulkan eselon satu Kementan di ruang transit tamu gedung Kementan.

ADVERTISEMENTS
Selamat Menunaikan Ibadah Haji bagi Para Calon Jamaah Haji Provinsi Aceh

“Kemudian SYL memberikan arahan, selanjutnya yang bersangkutan dengan nada marah menunjuk saya sambil berbicara dengan kalimat ‘kamu itu kurang loyal’,” ujar jaksa membacakan BAP Nasrullah.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat & Sukses atas Pelantikan Pejabat di Pemerintah Aceh

Saat momen teguran tersebut, Nasrullah mengaku diam saja tanpa merespons SYL. Berikutnya, Nasrullah pun dipanggil eks Sekjen Kementan Kasdi Subagyono.

ADVERTISEMENTS
ADVERTISEMENTS
Selamat Memperingati Hari Kelahiran Pancasila 1 Juni 2024

“Kasdi menyampaikan kepada saya, bahwa peristiwa saya ditunjuk SYL adalah suatu bentuk kemarahan yang bersangkutan kepada saya karena saya dianggap kurang loyal. Pemahaman saya kurang loyal yang dimaksud yaitu sering terlambat memenuhi kebutuhan non-budgeter,” ucap Jaksa KPK membacakan BAP Nasrullah.

ADVERTISEMENTS
ADVERTISEMENTS
Selamat dan Sukses kepada Pemerintah Aceh atas Capai WTP BPK

Nasrullah tak membantah BAP yang dibacakan oleh Jaksa KPK tersebut.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

Sebelumnya, JPU KPK mendakwa SYL melakukan pemerasan hingga Rp 44,5 miliar. Sejak menjabat Mentan RI pada awal 2020, SYL disebut mengumpulkan Staf Khusus Mentan RI Bidang Kebijakan Imam Mujahidin Fahmid, mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementan Kasdi Subagyono, mantan Direktur Alat dan Mesin Pertanian Kementan Muhammad Hatta dan ajudannya, Panji Harjanto.

ADVERTISEMENTS
Bayar Jalan tol dengan Pencard
Berita Lainnya:
Krisis Pengangguran Gen Z: Ancaman Serius Bagi Bonus Demografi Indonesia 2045

Mereka lantas diminta melakukan pengumpulan uang “patungan” dari semua pejabat eselon I di Kementan untuk keperluan SYL. Perkara ini menjerat Syahrul Yasin Limpo, Kasdi Subagyono, dan Muhammad Hatta.

Atas perbuatannya, SYL didakwa melanggar Pasal 12 huruf e, atau Pasal 12 Huruf F, atau Pasal 12 huruf B Juncto Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) Juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Hingga saat ini, SYL juga dijerat dengan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Perkara itu yang di tahap penyidikan oleh KPK.

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

وَيَوْمَ نُسَيِّرُ الْجِبَالَ وَتَرَى الْأَرْضَ بَارِزَةً وَحَشَرْنَاهُمْ فَلَمْ نُغَادِرْ مِنْهُمْ أَحَدًا الكهف [47] Listen
And [warn of] the Day when We will remove the mountains and you will see the earth prominent, and We will gather them and not leave behind from them anyone. Al-Kahf ( The Cave ) [47] Listen

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi