Selasa, 25/06/2024 - 15:43 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

LINGKUNGAN

Potensi Cuaca Ekstrem di Sumbar Diprediksi Masih Terjadi Sepekan ke Depan

PADANG –Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengingatkan masyarakat Sumatra Barat terhadap potensi cuaca ekstrem yang diprediksi masih terjadi di daerah itu pada sepekan ke depan.

“Sepekan ke depan potensi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di Sumbar. Karena itu masyarakat terutama yang berada di zona merah banjir dan longsor untuk tetap waspada,” katanya di Padang, Senin (13/5/2024).

Ia mengimbau jika memungkinkan, masyarakat yang berada di zona merah itu bisa untuk tidak berada di lokasi rawan tersebut setidaknya untuk sepekan ke depan. Dia mengatakan, pemerintah daerah tentunya telah memetakan daerah-daerah yang masuk zona merah banjir dan longsor. Penting bagi pemerintah untuk menyosialisasikan potensi terjadinya cuaca ekstrem sepekan ke depan.

“Kewaspadaan perlu ditingkatkan saat malam hari karena potensi bahaya akan lebih besar jika bencana di malam hari,” katanya.

Berita Lainnya:
Cuaca Ekstrem Terjadi di El Salvador, Dampak Perubahan Iklim Terus Renggut Korban Jiwa

Ia menyebut BMKG selalu memberikan informasi peringatan dini cuaca ekstrem sebelum kejadian. Seperti untuk bencana banjir dan banjir bandang Sabtu (11/5/2024) sudah diberikan peringatan dini pada 6 Mei 2024.

“Informasi peringatan dini ini diharapkan bisa menjadi referensi bagi masyarakat untuk melakukan aktivitas harian. Misalnya jika diprediksi akan hujan lebat pada satu daerah, masyarakat yang memiliki keperluan di daerah tersebut bisa lebih waspada, atau menunda kegiatan tersebut,” katanya.

Dwikorita menyebutkan kondisi cuaca di Sumbar terutama daerah bagian barat itu sangat unik. Tidak ada pembatasan antara musim kemarau dengan musim hujan.

Artinya hujan bisa terjadi sepanjang tahun. Pada satu sisi ini menguntungkan terutama bagi sektor pertanian. Namun pada sisi lain, potensi bencana banjir dan longsor juga bisa terjadi sepanjang tahun.

Berita Lainnya:
Atasi Krisis Iklim Global, Pemuda dari 18 Negara Ikuti Youth Climate Leaders Camp

Apalagi, Sumbar juga sering digoyang gempa kecil. Satu bulan terakhir tercatat terjadi sekitar 35 kali gempa di bawah Magnitudo 3.

“Meski gempa itu tidak dirasakan oleh manusia, namun untuk tebing-tebing curam, itu bisa membuat kondisinya menjadi labil. Kalau disiram hujan lebat bisa berpotensi longsor,” katanya.

Sementara itu Gubernur Sumbar, Mahyeldi mengatakan, pihaknya selalu berkoordinasi dengan BMKG dalam hal potensi dan prediksi cuaca ke depan sebagai salah satu langkah antisipasi bencana.

Sekarang potensi banjir lahar dingin karena erupsi Gunung Marapi masih terus terjadi dan dapat mengancam keselamatan masyarakat di zona merah. Ia berharap berdasarkan prediksi BMKG masyarakat bisa menghentikan aktivitas di kawasan zona merah sebagai langkah antisipasi potensi dampak banjir lahar dingin.

sumber : Antara

Sumber: Republika


Reaksi & Komentar

أَمْ حَسِبْتَ أَنَّ أَصْحَابَ الْكَهْفِ وَالرَّقِيمِ كَانُوا مِنْ آيَاتِنَا عَجَبًا الكهف [9] Listen
Or have you thought that the companions of the cave and the inscription were, among Our signs, a wonder? Al-Kahf ( The Cave ) [9] Listen

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi