Selasa, 25/06/2024 - 15:32 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

INTERNASIONALTIMUR TENGAH

Korea Utara Tembakkan Rudal Balistik Jarak Pendek ke Laut Timur

Seoul menyatakan Korea Utara telah menembakkan beberapa rudal balistik jarak pendek ke arah Laut Timur pada Jumat (17/5/2024).

 SEOUL — Seoul menyatakan Korea Utara telah menembakkan beberapa rudal balistik jarak pendek ke arah Laut Timur pada Jumat (17/5/2024). Ini terjadi sehari setelah Korea Selatan dan Amerika Serikat melakukan latihan udara gabungan yang melibatkan jet siluman canggih.

Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (JCS) mengatakan pihaknya mendeteksi apa yang dianggap sebagai rudal jarak pendek yang ditembakkan di kota pesisir timur Wonsan pada pukul 15.10 waktu setempat (17.10 WIB) yang melesat menuju Laut Timur.

“Rudal Korea Utara terbang sekitar 300 kilometer dan mendarat di Laut Timur,” kata JCS, Jumat.

Militer Korea Selatan pun mengecam peluncuran rudal terbaru tersebut sebagai tindakan provokatif yang mengancam keamanan dan stabilitas di Semenanjung Korea dan berjanji akan menanggapi dengan tegas provokasi Korea Utara.

Berita Lainnya:
Satelit Mata-Mata Korut Gagal, Cina Harap Semenanjung Korea Stabil

“Militer kami telah meningkatkan pemantauan dan kewaspadaan terhadap peluncuran tambahan, sambil berbagi informasi terkait rudal balistik Korea Utara dengan pihak berwenang AS dan Jepang,” ucap JCS.

Peluncuran rudal balistik itu dilakukan setelah Korea Utara menembakkan peluru super besar berukuran 600 mm yang dianggap sebagai rudal balistik jarak pendek ke arah Laut Timur pada tanggal 22 April lalu.

Media pemerintah Korea Utara mengatakan pemimpin Kim Jong-un telah memandu latihan taktis yang menyimulasikan serangan balik nuklir yang melibatkan beberapa peluncur roket super besar untuk pertama kalinya.

Berita Lainnya:
AS Sayangkan Latihan Militer Cina di Sekitar Taiwan

Peluncuran rudal terbaru Pyongyang terjadi sehari setelah dua F-35A Korea Selatan dan dua F-22 Raptor AS melakukan latihan tempur bersama di wilayah tengah Korea Selatan untuk menunjukkan kekuatan udara melawan ancaman militer Korea Utara yang terus berkembang.

Pada hari yang sama, Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping mengeluarkan pernyataan bersama menentang tindakan intimidasi militer terhadap Korea Utara oleh AS dan sekutunya selama pertemuan puncak mereka di Beijing.

Masih pada hari yang sama, Kim Yo-jong, saudara perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, menampik tuduhan kerja sama militer antara Pyongyang dan Moskow dan menekankan bahwa senjata negara tersebut semata-mata ditujukan untuk menargetkan Korea Selatan.

sumber : Antara

Sumber: Republika


Reaksi & Komentar

قَالَ مَا مَكَّنِّي فِيهِ رَبِّي خَيْرٌ فَأَعِينُونِي بِقُوَّةٍ أَجْعَلْ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ رَدْمًا الكهف [95] Listen
He said, "That in which my Lord has established me is better [than what you offer], but assist me with strength; I will make between you and them a dam. Al-Kahf ( The Cave ) [95] Listen

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi