Rabu, 19/06/2024 - 00:38 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

ISLAM

Tiga Macam Ujian Dari Allah

JAKARTA — Setiap manusia, tanpa terkecuali akan menghadapi cobaan dalam kehidupannya. Cobaan bisa datang dalam berbagai bentuk dan tingkat kesulitan. 

ADVERTISEMENTS
Selamat Hari Raya Idul Adha 1445 H dari Bank Aceh Syariah

Cobaan tersebut sebagai bentuk kasih sayang dari Allah sebagaimana dijelaskan dalam salah satu hadis yang berbunyi:

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses atas Dilantiknya Daddi Peryoga sebagai Kepala OJK Provinsi Aceh

إذا أحَبَّ اللهُ قومًا ابْتلاهُمْ

ADVERTISEMENTS
Menuju Haji Mabrur dengan Tabungan Sahara Bank Aceh Syariah

Jika Allah mencintai suatu kaum maka mereka akan diuji. (HR. Ath-Thabrani).

ADVERTISEMENTS
ActionLink Hadir Lebih dekat dengan Anda

Oleh karena itu, Allah pasti akan selalu menguji manusia semasa hidupnya untuk melihat sejauh mana mereka bisa meningkatkan kualitas keimanannya meskipun dalam keadaan kesulitan.

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses kepada Pemerintah Aceh

Adapun bentuk-bentuk ujian dari Allah bisa berbeda-beda, di antaranya:

ADVERTISEMENTS
Selamat Menunaikan Ibadah Haji bagi Para Calon Jamaah Haji Provinsi Aceh

Pertama, Allah akan memberikan apa yang manusia inginkan secara langsung, dan Allah akan menguji atas syukurnya

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat & Sukses atas Pelantikan Pejabat di Pemerintah Aceh

Terkadang, manusia dihadapkan pada situasi di mana ia diberi apa yang diidamkan. Misalnya kekayaan, kekuasaan, kebahagiaan dunia, semua tampaknya tersedia di depan mata. Namun, dibalik semua itu, Allah menguji seberapa bersyukurnya manusia terhadap karunia Allah.

ADVERTISEMENTS
ADVERTISEMENTS
Selamat Memperingati Hari Kelahiran Pancasila 1 Juni 2024

Sebagian orang mungkin berpikir bahwa mendapatkan segalanya adalah berkah. Namun, sejatinya itu adalah ujian tersendiri. Allah ingin melihat apakah manusia masih mengingat-Nya dalam kesenangan, apakah masih merasa bersyukur atas segala yang diberikan oleh Allah. 

ADVERTISEMENTS
ADVERTISEMENTS
Selamat dan Sukses kepada Pemerintah Aceh atas Capai WTP BPK

Dalam keadaan seperti itu, banyak yang lupa akan keberadaan Allah. Mereka terbuai dalam kesenangan dunia, lupa bahwa semua ini hanyalah pinjaman sementara. Mereka mungkin menganggap diri mereka pantas mendapatkannya tanpa mengingat siapa yang memberikannya.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action
Berita Lainnya:
Viral Ajakan Sholat Idul dengan Imam dan Khatib Perempuan, Begini Penjelasan Ketua MUI

Namun, bagi mereka yang bersyukur, ujian ini adalah kesempatan untuk menguatkan hubungan mereka dengan Sang Pencipta. Mereka mengingat Allah dalam keadaan suka maupun duka. Mereka menyadari bahwa segala yang mereka miliki adalah karunia-Nya, dan mereka bersyukur atas setiap nikmat yang diberikan-Nya.

ADVERTISEMENTS
Bayar Jalan tol dengan Pencard

Dalam ayat ke-12 dari surah Luqman disebutkan:

‎وَمَنْ يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ

Barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri. (QS. Luqman: 12). 

Dalam hadits juga dijelaskan:

‎مَنْ لَمْ يَشْكُرِ الْقَلِيلَ لَمْ يَشْكُرِ الْكَثِيرَ

Barang siapa yang tidak mensyukuri sesuatu yang sedikit, maka ia tidak akan mampu mensyukuri sesuatu yang banyak. (HR. Ahmad). 

Kedua, Allah tidak memberikan apa yang manusia inginkan dan Allah akan menguji dalam hal keimanannya

Ketika seseorang menginginkan sesuatu dengan sangat kuat, namun Allah tidak memberikannya, itu bukanlah tanda bahwa Allah tidak mendengar doanya atau bahwa Allah tidak peduli. Namun Allah sedang menguji seorang hamba-Nya. 

Allah ingin melihat seberapa teguh iman seseorang dalam menghadapi ketidakpastian dan ketidakpuasan.

Reaksi pertama yang mungkin muncul adalah kekecewaan dan rasa frustasi. Manusia mungkin merasa bahwa doa-doanya tidak terjawab atau meragukan keadilan-Nya. Namun, dibalik setiap ujian, Allah menyampaikan pesan, Allah ingin manusia memahami bahwa kehendak-Nya selalu lebih baik daripada keinginannya sendiri.

Berita Lainnya:
Menghindari Hal Berlebihan, Begini Doa yang Diucapkan Nabi Muhammad SAW

Dalam menghadapi ujian ini, iman seseorang benar-benar diuji. Apakah kita akan tetap bersabar dan percaya pada rencana-Nya meskipun tidak sesuai dengan yang kita harapkan? Apakah kita akan tetap berdoa dan berserah diri kepada-Nya meskipun tampaknya doa kita tidak terjawab? Ini adalah saat-saat ketika keimanan seseorang diuji hingga ke titik terendah.

Ketika seseorang mampu melewati ujian dengan memegang teguh iman dan ketabahan, itu adalah bukti bahwa keimanannya telah diuji dan terbukti kuat.

الأَنْبِيَاءُ ثُمَّ الأَمْثَلُ فَالأَمْثَلُ فَيُبْتَلَى الرَّجُلُ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَإِنْ كَانَ دِينُهُ صُلْبًا اشْتَدَّ بَلاَؤُهُ وَإِنْ كَانَ فِى دِينِهِ رِقَّةٌ ابْتُلِىَ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَمَا يَبْرَحُ الْبَلاَءُ بِالْعَبْدِ حَتَّى يَتْرُكَهُ يَمْشِى عَلَى الأَرْضِ مَا عَلَيْهِ خَطِيئَةٌ

Para Nabi, kemudian yang semisalnya dan semisalnya lagi. Seseorang akan diuji sesuai dengan kondisi agamanya. Apabila agamanya begitu kuat (kokoh), maka semakin berat pula ujiannya. Apabila agamanya lemah, maka ia akan diuji sesuai dengan kualitas agamanya. Seorang hamba senantiasa akan mendapatkan cobaan hingga dia berjalan di muka bumi dalam keadaan bersih dari dosa. (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, Ad Darimi, Ahmad). 

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS
1 2

Reaksi & Komentar

وَمَا نُرْسِلُ الْمُرْسَلِينَ إِلَّا مُبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَ ۚ وَيُجَادِلُ الَّذِينَ كَفَرُوا بِالْبَاطِلِ لِيُدْحِضُوا بِهِ الْحَقَّ ۖ وَاتَّخَذُوا آيَاتِي وَمَا أُنذِرُوا هُزُوًا الكهف [56] Listen
And We send not the messengers except as bringers of good tidings and warners. And those who disbelieve dispute by [using] falsehood to [attempt to] invalidate thereby the truth and have taken My verses, and that of which they are warned, in ridicule. Al-Kahf ( The Cave ) [56] Listen

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi