Minggu, 16/06/2024 - 09:18 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

ISLAM

Apa Hukumnya Haji Berkali-kali ketika Rasulullah Hanya Satu Kali Berhaji?

JAKARTA — Ada yang bertanya bagaimana hukumnya melaksanakan ibadah haji berkali-kali. Kemudian, dilanjutkan dengan pertanyaan berapa kali Nabi Muhammad SAW melaksanakan ibadah haji? 

ADVERTISEMENTS
Selamat Hari Raya Idul Adha 1445 H dari Bank Aceh Syariah

KH Ahmad Sarwat Lc dalam laman Rumah Fiqih menjelaskan, kalau melihat praktik haji yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW, sebenarnya beliau tidak pergi haji setiap tahun. Bahkan seumur hidup beliau hanya sekali saja pergi haji, yaitu di tahun ke-10 Hijriyah. 

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses atas Dilantiknya Daddi Peryoga sebagai Kepala OJK Provinsi Aceh

Walaupun disebut sebagai haji wada yang artinya haji perpisahan. Namun bukan berarti sebelumnya pernah berhaji.

ADVERTISEMENTS
Menuju Haji Mabrur dengan Tabungan Sahara Bank Aceh Syariah

Ibadah haji yang dilakukan Nabi Muhammad SAW adalah ibadah haji yang pertama dan terakhir. Artinya beliau memang hanya pergi haji sekali saja dalam seumur hidupnya.

ADVERTISEMENTS
ActionLink Hadir Lebih dekat dengan Anda

Oleh karena itulah maka ada istilah haji wajib dan haji Islam. Haji yang diwajibkan hanya sekali saja, selebihnya adalah haji sunah. 

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses kepada Pemerintah Aceh

Disebut dengan haji Islam adalah karena yang termasuk rukun Islam hanya sekali saja. Selebihnya haji yang tidak termasuk rukun Islam.

ADVERTISEMENTS
Selamat Menunaikan Ibadah Haji bagi Para Calon Jamaah Haji Provinsi Aceh
Berita Lainnya:
Pesan Rasulullah tentang Jangan Mempersulit Agama

Lalu apa hukumnya jika orang berkesempatan pergi haji berkali-kali?

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat & Sukses atas Pelantikan Pejabat di Pemerintah Aceh

KH Ahmad Sarwat menjelaskan bahwa hukumnya tidak terlarang alias boleh. Sebab banyak para sahabat Nabi Muhammad SAW yang sebelumnya pernah ikut haji bersama Rasulullah SAW, kemudian sepeninggal Rasulullah SAW, mereka mengerjakan ibadah haji kembali.

ADVERTISEMENTS
ADVERTISEMENTS
Selamat Memperingati Hari Kelahiran Pancasila 1 Juni 2024

Istri-istri Nabi Muhamma SAW yang sudah menjadi janda sepeninggal Rasulullah SAW, juga tercatat pernah kembali melakukan ibadah haji. Umar bin Khattab yang pernah haji bersama Rasulullah SAW, kemudian juga pernah tercatat mengulangi ibadah haji.

ADVERTISEMENTS
ADVERTISEMENTS
Selamat dan Sukses kepada Pemerintah Aceh atas Capai WTP BPK

Maka hukum mengulangi ibadah haji sunah, tentu tidak terlarang dan dikerjakan oleh banyak shahabat Nabi Muhammad SAW.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

Fiqih Skala Prioritas

ADVERTISEMENTS
Bayar Jalan tol dengan Pencard

KH Ahmad Sarwat menjelaskan, namun ketika kita memandang dari sudut pandang yang lain, misalnya fiqih skala prioritas (fiqih aulawiyat), maka lain lagi ceritanya. Sebab dalam fiqih prioritas kita diajarkan bagaimana seni mendahulukan hal-hal tertentu dari yang lainnya dengan alasan yang lebih kuat.

Berita Lainnya:
Cerai Halal Tapi Dibenci Allah SWT, Ini Haditsnya

Dalam kasus seorang yang kaya dan mampu, memang dia berhak pergi haji berkali-kali. Tetapi kalau di sekelilingnya ada banyak orang miskin yang kelaparan, padahal keimanan mereka terancam akibat kemiskinan yang mereka derita, maka seharusnya uang untuk bolak-balik pergi haji itu bisa lebih diprioritaskan untuk membantu mereka yang miskin. Toh urusan kewajiban haji sudah selesai, tinggal kewajiban kepada tetangga yang miskin.

Begitu juga ketika kapasitas dan daya tampung tempat-tempat haji hari ini sudah semakin tidak memungkinkan. Maka sungguh menjadi sangat bijaksana ketika mereka yang sudah pernah haji untuk memberikan kesempatan kepada yang belum berhaji.

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

فَلَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَّفْسَكَ عَلَىٰ آثَارِهِمْ إِن لَّمْ يُؤْمِنُوا بِهَٰذَا الْحَدِيثِ أَسَفًا الكهف [6] Listen
Then perhaps you would kill yourself through grief over them, [O Muhammad], if they do not believe in this message, [and] out of sorrow. Al-Kahf ( The Cave ) [6] Listen

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi