Selasa, 25/06/2024 - 15:37 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

HIBURAN

Film Suanggi: Ilmu Terkutuk Eksplorasi Kisah Horor di Tanah Papua

JAKARTA — Rumah produksi Mutiara Films akan memulai produksi film horor pertama dari Indonesia timur berjudul Suanggi: Ilmu Terkutuk. Kisahnya didasari oleh kepercayaan yang berkembang di tanah Papua, mengenai orang-orang yang memiliki ilmu hitam untuk membunuh musuhnya.

Film ini akan berfokus pada Beni yang diperankan oleh Pangeran Lantang, seorang mantan penyanyi yang terlilit utang ratusan juta. “Dia ingin pulang ke tanah kelahirannya untuk menjenguk ibu angkatnya yang sedang sakit, tapi dia sebenarnya ingin mencuri harta ibu angkatnya,” ungkap sutradara Dom Dharmo dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (25/5/2024).

Beni mengajak kekasihnya ke kampung halamannya, Gia yang diperankan oleh Carissa Perusset. Niat buruk Beni tidak diketahui oleh Gia sehingga ketika ada kiriman teror terhadap Beni, Gia pun tidak mengerti.

Beni dikirimkan oleh sihir Aroba yang merupakan seorang Suanggi. Karena selama ini, keluarga ibu angkatnya itu dijaga oleh kakak angkatnya, Maria (Stany Imbiri), mantan biarawati yang memilih keluar dari biara karena harus menjaga dan merawat ibu angkat Beni.

Berita Lainnya:
Joko Anwar Gandeng 3 Sutradara Muda Garap Serial ‘Nightmares and Daydreams’

Mitos dan legenda Suanggi merupakan salah satu contoh dari warisan budaya non benda Indonesia, sebagai bagian dari cerita rakyat dan kepercayaan yang diturunkan dari satu generasi ke generasi lain. Begitu sakral dan tabunya legenda Suanggi ini, membuat Mutiara Films dan Subtube Studio tertarik mengangkat ke layar lebar.

“Papua itu luas dari pesisir sampai pegunungan, sebelum agama masuk itu sudah ada adat dengan ilmu-ilmu yang dipelajari yang sebenarnya baik. Tapi karena disalahgunakan, mereka gunakan ilmu itu untuk membunuh, ketika menggunakan ilmu ini mereka bisa berubah, lalu setelah selesai dia bisa kembali lagi seperti manusia,” ujar komika Yewen yang berasal dari tanah Papua.

Selama ini, kisah horor mungkin identik dengan Pulau Jawa, bisa dikatakan masih jarang film yang mengeksplorasi dunia horor luar Jawa apalagi Indonesia timur. Biasanya film Indonesia timur yang ada menceritakan soal ketertinggalan mereka, atau alam-alamnya yang indah.

Berita Lainnya:
Film Vina: Sebelum 7 Hari Dilaporkan ke Polisi, Ini Tanggapan Sutradara

“Kenapa pilih Suanggi? Ini merupakan kearifan lokal dari Indonesia Timur yang punya berbagai macam penafsiran. Kemudian, ide itu kami bawa bertemu Dom Dharmo. Mungkin ada satu tahun setengah kami berincang tentang film ini,” kata produser sekaligus pemeran Frans di film Suanggi: Ilmu Terkutuk, Bona Pascal.

Syuting dimulai pada 27 Mei 2024 dengan lokasi pertama di Puncak, Bogor, Jawa Barat. Syuting di lokasi pertama akan berlangsung selama 11 hari dan tim produksi mencari lokasi yang mirip dengan vibe Papua.

“Lalu nanti move ke Sorong, Papua Barat, kita akan syuting selama 14 hari. Tantangan itu ada di vibe-nya ya. Cuma dari teman-teman kita ada yang jago sehingga membuat itu menjadi mirip (seperti di Papua). Kita kemas film ini secara umum, ada drama, thriller, dan hal baru di industri perfilman indonesia,” ujar Bona.

Sumber: Republika


Reaksi & Komentar

وَأَمَّا الْجِدَارُ فَكَانَ لِغُلَامَيْنِ يَتِيمَيْنِ فِي الْمَدِينَةِ وَكَانَ تَحْتَهُ كَنزٌ لَّهُمَا وَكَانَ أَبُوهُمَا صَالِحًا فَأَرَادَ رَبُّكَ أَن يَبْلُغَا أَشُدَّهُمَا وَيَسْتَخْرِجَا كَنزَهُمَا رَحْمَةً مِّن رَّبِّكَ ۚ وَمَا فَعَلْتُهُ عَنْ أَمْرِي ۚ ذَٰلِكَ تَأْوِيلُ مَا لَمْ تَسْطِع عَّلَيْهِ صَبْرًا الكهف [82] Listen
And as for the wall, it belonged to two orphan boys in the city, and there was beneath it a treasure for them, and their father had been righteous. So your Lord intended that they reach maturity and extract their treasure, as a mercy from your Lord. And I did it not of my own accord. That is the interpretation of that about which you could not have patience." Al-Kahf ( The Cave ) [82] Listen

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi