Rabu, 19/06/2024 - 02:35 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

LINGKUNGAN

Teleskop Luar Angkasa James Webb Temukan Tiga Galaksi Paling Awal di Alam Semesta 

JAKARTA— Para astronom yang menggunakan Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST) telah menemukan apa yang mereka katakan sebagai tiga galaksi paling awal di alam semesta kita, yang terlihat aktif terbentuk ketika kosmos baru berusia 400 juta hingga 600 juta tahun. 

ADVERTISEMENTS
Selamat Hari Raya Idul Adha 1445 H dari Bank Aceh Syariah

Dilansir Space, Ahad (26/5/2024), dalam gambar JWST, trio galaksi ini menyerupai noda merah kabur yang memakan helium dan hidrogen di dekatnya. Selama jutaan tahun, unsur-unsur inilah yang menopang galaksi-galaksi tersebut seiring pertumbuhannya, membantu membentuknya menjadi elips dan spiral yang biasa kita lihat di seluruh kosmos. 

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses atas Dilantiknya Daddi Peryoga sebagai Kepala OJK Provinsi Aceh

“Bisa dibilang ini gambar ‘langsung’ pertama dari pembentukan galaksi yang pernah kita lihat,” kata penulis utama studi Kasper Elm Heintz, yang merupakan ahli astrofisika di Cosmic Dawn Cenyer (DAWN) di Denmark, dalam sebuah pernyataan. “Meskipun James Webb sebelumnya telah menunjukkan kepada kita galaksi-galaksi awal pada tahap evolusi selanjutnya, di sini kita menyaksikan kelahiran mereka, dan dengan demikian, pembangunan sistem bintang pertama di alam semesta.” 

ADVERTISEMENTS
Menuju Haji Mabrur dengan Tabungan Sahara Bank Aceh Syariah

Sekitar 400.000 tahun setelah Big Bang, alam semesta kita di bawah ke dalam kegelapan. Hal ini terjadi setelah ruang angkasa menjadi cukup dingin dari sebelumnya yang kacau dan panas sehingga memungkinkan terbentuknya atom hidrogen netral, yang menyelimuti kosmos dalam kabut primordial yang buram. 

ADVERTISEMENTS
ActionLink Hadir Lebih dekat dengan Anda
Berita Lainnya:
Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, Jamaah Haji Diminta Jaga Kesehatan

Kabut tersebut hilang sekitar satu miliar tahun setelah Big Bang, ketika cahaya dari bintang generasi pertama membanjiri alam semesta. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa galaksi kerdil yang terbentuk pada beberapa ratus juta tahun pertama alam semesta memiliki kekuatan yang sangat besar dalam mendorong proses penghilangan kabut ini. 

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses kepada Pemerintah Aceh

“Ini adalah proses yang kami lihat di awal pengamatan kami,” kata rekan penulis studi Darach Watson dalam pernyataan universitas. “Galaksi-galaksi ini seperti pulau-pulau berkilauan di lautan gas yang netral dan buram,” tambah Heintz dalam pernyataan NASA. 

ADVERTISEMENTS
Selamat Menunaikan Ibadah Haji bagi Para Calon Jamaah Haji Provinsi Aceh

Warisan dari kembar tiga kosmik yang berkilauan

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat & Sukses atas Pelantikan Pejabat di Pemerintah Aceh

Mata inframerah JWST yang kuat mampu menangkap bagaimana cahaya dari tiga galaksi yang diamati diserap oleh lubuk penyimpanan gas hidrogen netral yang besar dan padat di sekitarnya. Hasil ini juga menunjukkan bahwa gas berkumpul dan memberi makan galaksi itu sendiri. 

ADVERTISEMENTS
ADVERTISEMENTS
Selamat Memperingati Hari Kelahiran Pancasila 1 Juni 2024

Terdapat begitu banyak gas di dalamnya, faktanya, sehingga galaksi-galaksi tersebut belum melahirkan bintang pertamanya. Agar bintang bisa lahir, beberapa bagian dari gas purba tersebut perlu menyatu menjadi kantong-kantong yang sangat padat, yang kemudian memacu pembentukan benda-benda bintang. Kemungkinan besar diperlukan waktu jutaan tahun bagi bintang generasi pertama untuk lahir di galaksi-galaksi ini. 

ADVERTISEMENTS
ADVERTISEMENTS
Selamat dan Sukses kepada Pemerintah Aceh atas Capai WTP BPK
Berita Lainnya:
FAA akan Tinjau Lingkungan Baru untuk Operasi Starship SpaceX di Florida

Para astronom belum mengetahui bagaimana gas didistribusikan di antara pusat galaksi, yang juga menampung lubang hitam supermasif, serta di pinggiran-pinggiran galaksi. Pengamatan di masa depan tidak hanya dapat membantu memecahkan teka-teki tersebut, tetapi juga mengungkap apakah reservoir gas galaksi-galaksi ini seluruhnya terbuat dari hidrogen purba, atau telah ditaburi unsur-unsur yang lebih berat. 

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

“Ini adalah proses yang akan kami selidiki lebih lanjut, hingga diharapkan, kami dapat menyatukan lebih banyak lagi potongan-potongan teka-teki,” kata rekan penulis studi Gabriel Brammer dari DAWN. 

ADVERTISEMENTS
Bayar Jalan tol dengan Pencard

Dia mencatat bahwa penemuan ini menunjukkan JWST mencapai lebih dari tujuan-tujuan misi utamanya. Brammer menyebutkan gambar dan data galaksi-galaksi jauh ini tidak mungkin diperoleh sebelum JWST. 

“Ditambah lagi, kami sudah memiliki gambaran yang baik tentang apa yang akan kami temukan ketika kami pertama kali melihat sekilas datanya, kami hampir membuat penemuan-penemuan secara langsung,” kata Brammer. 

Temuan ini dijelaskan dalam makalah yang diterbitkan pada 23 Mei di jurnal Science. 

Sumber:

https://www.space.com/james-webb-space-telescope-galaxy-formation

 

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

وَأُحِيطَ بِثَمَرِهِ فَأَصْبَحَ يُقَلِّبُ كَفَّيْهِ عَلَىٰ مَا أَنفَقَ فِيهَا وَهِيَ خَاوِيَةٌ عَلَىٰ عُرُوشِهَا وَيَقُولُ يَا لَيْتَنِي لَمْ أُشْرِكْ بِرَبِّي أَحَدًا الكهف [42] Listen
And his fruits were encompassed [by ruin], so he began to turn his hands about [in dismay] over what he had spent on it, while it had collapsed upon its trellises, and said, "Oh, I wish I had not associated with my Lord anyone." Al-Kahf ( The Cave ) [42] Listen

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi