Minggu, 16/06/2024 - 08:47 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

LINGKUNGAN

Tiruan Peluit Kematian Aztec Dibuat, Jadi Suara Paling Menakutkan di Dunia?

Tengkorak (ilustrasi). Ilmuwan membuat bunyi tiruan peluit kematian Aztec. Bunyi peluit tersebut dianggap sebagai suara paling menakutkan di dunia.

ADVERTISEMENTS
Selamat Hari Raya Idul Adha 1445 H dari Bank Aceh Syariah

JAKARTA — Para ahli baru-baru ini menciptakan kembali suara peluit kematian Aztec, dengan membuat versi baru instrumen legendaris tersebut menggunakan printer tiga dimensi (3D). Pembuatan peluit baru itu berdasarkan desain peluit asli berbentuk tengkorak.

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses atas Dilantiknya Daddi Peryoga sebagai Kepala OJK Provinsi Aceh

Dikutip dari laman Daily Mail, Ahad (26/5/2024), peluit kematian Aztec yang asli ditemukan bersama kerangka tanpa kepala selama penggalian kuil Aztec di Mexico City pada 1999. Para pakar menduga peluit itu mungkin menyertai pengorbanan manusia.  

ADVERTISEMENTS
Menuju Haji Mabrur dengan Tabungan Sahara Bank Aceh Syariah

Video peluit yang dicetak secara tiga dimensi diposting oleh Action Lab, sebuah saluran edukasi di YouTube yang didedikasikan untuk melakukan eksperimen ilmiah. Presenter James J Orgill mengatakan, bunyi peluit itu dianggap sebagai suara paling menakutkan di dunia. Suaranya disebut menyerupai jeritan 1.000 mayat. 

ADVERTISEMENTS
ActionLink Hadir Lebih dekat dengan Anda
Berita Lainnya:
Buka Kompetisi PFmuda, Pertamina Dorong Mahasiswa Menjadi Sociopreneur

“Suara peluit kematian secara alami menimbulkan rasa takut di hatimu,” kata Orgill.

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses kepada Pemerintah Aceh

Aztec Death Whistle atau peluit kematian Aztec versi modern dibuat menggunakan printer 3D dari perusahaan AS HeyGears. Suara yang dihasilkan berbeda-beda, tergantung seberapa besar objek dan penempatan di bibir saat ditiup. 

ADVERTISEMENTS
Selamat Menunaikan Ibadah Haji bagi Para Calon Jamaah Haji Provinsi Aceh

Tujuan sebenarnya dari pembuatan peluit kematian belum diketahui secara pasti. Namun, ada beberapa teori yang mengemuka, yakni peluit digunakan oleh suku Aztec selama upacara pengorbanan, serta untuk menghormati dewa angin, Ehecatl.  

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat & Sukses atas Pelantikan Pejabat di Pemerintah Aceh

Beberapa ahli juga berpendapat bahwa suku Aztec kemungkinan besar menggunakan suara dari peluit tersebut untuk membantu jiwa manusia melakukan perjalanan ke akhirat ketika mereka dikorbankan. Mungkin, kerangka aslinya dikuburkan dengan perangkat tersebut sebagai perlindungan, untuk menakuti roh jahat saat mereka meninggalkan dunia ini. Akan tetapi, peluit tersebut mungkin juga digunakan oleh para prajurit untuk menimbulkan rasa takut di hati musuh pada awal pertempuran.

ADVERTISEMENTS
ADVERTISEMENTS
Selamat Memperingati Hari Kelahiran Pancasila 1 Juni 2024
Berita Lainnya:
Peluncuran Boeing Starliner Kembali Ditunda

Musisi Meksiko, Quijas Yxayotl, berpendapat peluit kematian digunakan untuk upacara khusus, termasuk Hari Orang Mati dan dalam peperangan. “Mereka memainkan lebih dari seratus instrumen; 100 peluit kematian berbaris menimbulkan efek psikologis yang besar pada musuh,” ungkap Yxayotl. 

ADVERTISEMENTS
ADVERTISEMENTS
Selamat dan Sukses kepada Pemerintah Aceh atas Capai WTP BPK

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action
ADVERTISEMENTS
Bayar Jalan tol dengan Pencard

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

فَانطَلَقَا حَتَّىٰ إِذَا أَتَيَا أَهْلَ قَرْيَةٍ اسْتَطْعَمَا أَهْلَهَا فَأَبَوْا أَن يُضَيِّفُوهُمَا فَوَجَدَا فِيهَا جِدَارًا يُرِيدُ أَن يَنقَضَّ فَأَقَامَهُ ۖ قَالَ لَوْ شِئْتَ لَاتَّخَذْتَ عَلَيْهِ أَجْرًا الكهف [77] Listen
So they set out, until when they came to the people of a town, they asked its people for food, but they refused to offer them hospitality. And they found therein a wall about to collapse, so al-Khidh r restored it. [Moses] said, "If you wished, you could have taken for it a payment." Al-Kahf ( The Cave ) [77] Listen

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi