Rabu, 19/06/2024 - 14:54 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

INTERNASIONALTIMUR TENGAH

Pelapor PBB: Kekejaman Israel Pembangkangan Nyata Atas Hukum Internasional 

 ANKARA — Pelapor khusus PBB untuk Palestina Francesca Albanese mengkritik kekejaman Israel terhadap warga Palestina dan menyebut hal itu sebagai pembangkangan terang-terangan terhadap hukum internasional yang tidak dapat diterima.

ADVERTISEMENTS

“Kekejaman ini, serta pembangkangan terang-terangan terhadap hukum dan sistem internasional, tidak dapat diterima,” kata Albanese melalui media sosial X, Senin (27/5/2024). 

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses atas Dilantiknya Daddi Peryoga sebagai Kepala OJK Provinsi Aceh
ADVERTISEMENTS
Selamat Hari Raya Idul Adha 1445 H dari Bank Aceh Syariah

Dia mendesak masyarakat internasional untuk meningkatkan tekanan eksternal terhadap negara tersebut untuk menghentikan genosida di Gaza.

ADVERTISEMENTS
Menuju Haji Mabrur dengan Tabungan Sahara Bank Aceh Syariah

“Pasukan pendudukan Israel telah mengebom sebuah kamp pengungsi Palestina di #Rafah, menyebabkan tenda-tenda plastik terbakar dan secara tragis membakar orang-orang hidup-hidup,” keluhnya.

ADVERTISEMENTS
ActionLink Hadir Lebih dekat dengan Anda

Albanese lebih lanjut menyerukan kepada komunitas internasional bahwa genosida di Gaza‌ tidak akan berakhir dengan mudah tanpa tekanan dari luar seperti sanksi dari forum internasional.

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses kepada Pemerintah Aceh

“Israel harus menghadapi sanksi, keadilan, penangguhan perjanjian, perdagangan, kemitraan dan investasi, serta partisipasi dalam forum internasional,” tegasnya.

ADVERTISEMENTS
Selamat Menunaikan Ibadah Haji bagi Para Calon Jamaah Haji Provinsi Aceh

Israel telah membunuh hampir 36 ribu warga Palestina di Jalur Gaza sejak serangan lintas batas yang dilakukan oleh pejuang Hamas pada 7 Oktober tahun lalu.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat & Sukses atas Pelantikan Pejabat di Pemerintah Aceh
Berita Lainnya:
40 Ribu Muslim Palestina Tunaikan Sholat Idul Adha di Masjid Al-Aqsa

Kampanye militer telah mengubah sebagian besar wilayah kantong berpenduduk 2,3 juta orang menjadi reruntuhan, menyebabkan sebagian besar warga sipil kehilangan tempat tinggal dan berisiko kelaparan.

ADVERTISEMENTS

Serangan tersebut terjadi meskipun ada keputusan Mahkamah Internasional yang memerintahkan Israel untuk menghentikan serangannya di Rafah, tempat lebih dari satu juta warga Palestina mencari perlindungan dari perang sebelum diserbu pada 6 Mei lalu.

ADVERTISEMENTS
ADVERTISEMENTS
Selamat dan Sukses kepada Pemerintah Aceh atas Capai WTP BPK

Sedikitnya 30 orang gugur dan puluhan lainnya terluka saat Israel menyerang sebuah kamp yang dihuni pengungsi di Kota Rafah, Gaza selatan, pada Ahad (26/5/2024), menurut sumber media dan pejabat.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action

Serangan itu terjadi dekat pusat logistik Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) di Tal Al Sultan, kata kantor media Gaza.

ADVERTISEMENTS
Bayar Jalan tol dengan Pencard

Serangan pesawat tempur Israel menghantam beberapa tenda di wilayah tersebur, sebut kantor itu, seraya menambahkan bahwa serangan dilakukan dengan menggunakan rudal dan bom seberat sekitar 907 kilogram. 

Sebelumnya, pasukan pertahanan sipil Gaza mengatakan mereka memindahkan 50 orang, termasuk mereka yang gugur dan terluka, setelah terjadi pengeboman. Wilayah yang menjadi target tersebut menaungi setidaknya 100 ribu pengungsi, menurut pasukan itu.

Berita Lainnya:
Akhirnya Sinyal Pesawat Wakil Presiden Malawi yang Hilang Kontak Ditemukan, Jatuh di Wilayah Selatan Mzuzu

Bulan Sabit Merah Palestina dalam pengarahan singkatnya mengatakan kru ambulans mereka membawa para korban ke pusat-pusat medis terdekat.

Serangan itu menyebabkan kebakaran di wilayah itu, yang masih terus berkobar, menurut para saksi.

“Kami menyelamatkan sejumlah besar anak-anak yang menjadi korban pengeboman Israel, termasuk seorang anak tanpa kepala dan anak-anak yang tubuhnya hancur,” kata seorang petugas paramedis Palestina kepada Anadolu.

“Pembantaian Rafah merupakan pesan jelas Israel kepada ICJ dan komunitas internasional bahwa serangan terhadap warga sipil di Gaza terus berlanjut,” kata kantor media dalam pernyataannya.

Kantor tersebut lebih lanjut mencatat bahwa “sedikitnya 190 warga Palestina terbunuh dan terluka dalam 24 jam terakhir karena tentara Israel menargetkan lebih dari 10 tempat penampungan bagi para pengungsi di Jalur Gaza”.

Tentara sebelumnya telah mengidentifikasi kamp yang dibom di Rafah masuk “dalam zona aman di mana para pengungsi didesak untuk pergi.”

BUKTI GENOSIDA ISRAEL – (Republika)

sumber : Antara

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS

x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

وَأَمَّا الْجِدَارُ فَكَانَ لِغُلَامَيْنِ يَتِيمَيْنِ فِي الْمَدِينَةِ وَكَانَ تَحْتَهُ كَنزٌ لَّهُمَا وَكَانَ أَبُوهُمَا صَالِحًا فَأَرَادَ رَبُّكَ أَن يَبْلُغَا أَشُدَّهُمَا وَيَسْتَخْرِجَا كَنزَهُمَا رَحْمَةً مِّن رَّبِّكَ ۚ وَمَا فَعَلْتُهُ عَنْ أَمْرِي ۚ ذَٰلِكَ تَأْوِيلُ مَا لَمْ تَسْطِع عَّلَيْهِ صَبْرًا الكهف [82] Listen
And as for the wall, it belonged to two orphan boys in the city, and there was beneath it a treasure for them, and their father had been righteous. So your Lord intended that they reach maturity and extract their treasure, as a mercy from your Lord. And I did it not of my own accord. That is the interpretation of that about which you could not have patience." Al-Kahf ( The Cave ) [82] Listen

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi