Rabu, 19/06/2024 - 01:22 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

NASIONAL
NASIONAL

AS Ogah Sanksi Mahkamah Pidana Internasional, Netanyahu Ngambek

 TEL AVIV – Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan kecewa dan terkejut bahwa pemerintahan Joe Biden enggan memberikan sanksi pada Mahkamah Pidana Internasional (ICJ). Keengganan Amerika Serikat (AS) itu akan memuluskan dikeluarkannya surat penangkapan untuk Netanyahu atas kejahatan perangnya di Gaza.

ADVERTISEMENTS
Selamat Hari Raya Idul Adha 1445 H dari Bank Aceh Syariah

Netanyahu mengatakan, AS mulanya akan mendukung RUU Sanksi untuk ICJ yang tengah digodok di parlemen. Namun belakangan, sikap itu berubah.

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses atas Dilantiknya Daddi Peryoga sebagai Kepala OJK Provinsi Aceh

“Sekarang dukungan itu jadi tanda tanya. Sejujurnya saya terkejut dan kecewa,” kata Netanyahu dalam wawancara dengan “The Morgan Ortagus Show” Sirius XM yang bocor ke media AS Politico.

ADVERTISEMENTS
Menuju Haji Mabrur dengan Tabungan Sahara Bank Aceh Syariah

Dia mengulangi pernyataan tersebut dalam pertemuannya hari Rabu dengan mantan duta besar AS untuk PBB Nikki Haley, menyesali keputusan Washington untuk “mundur” dari dukungan untuk memberikan sanksi kepada ICC.

ADVERTISEMENTS
ActionLink Hadir Lebih dekat dengan Anda

Pekan lalu, AS menentang permintaan kepala jaksa ICC Karim Khan untuk mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu dan Menteri Pertahanan Yoav Gallant bersama dengan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh, Yahya Sinwar dan Muhammad Deif. Washington mengecam kesetaraan yang dibuat pengadilan antara para pemimpin Israel dan Hamas, dengan mengatakan bahwa ICC tidak mempunyai wewenang untuk mempertimbangkan masalah ini karena Israel bukan anggotanya.

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses kepada Pemerintah Aceh
Berita Lainnya:
Bola Basket, Kemeriahaan Jr NBA Week, dan Saran untuk Derrick Michael

Pada Selasa, Gedung Putih menentang undang-undang yang didorong oleh anggota DPR dari Partai Republik untuk memberikan sanksi kepada anggota senior ICC.

ADVERTISEMENTS
Selamat Menunaikan Ibadah Haji bagi Para Calon Jamaah Haji Provinsi Aceh

“Kami tidak yakin ICC mempunyai yurisdiksi [dalam kasus ini], jadi kami tidak mendukung surat perintah penangkapan ini. Namun, kami tidak percaya bahwa pemberian sanksi kepada ICC adalah jawabannya,” kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional John Kirby dalam konferensi pers.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat & Sukses atas Pelantikan Pejabat di Pemerintah Aceh

Meskipun upaya Partai Republik kemungkinan besar akan lolos di House of Representatives, undang-undang tersebut diperkirakan akan menghadapi jalan yang lebih sulit di Senat yang dikuasai Partai Demokrat.

ADVERTISEMENTS
ADVERTISEMENTS
Selamat Memperingati Hari Kelahiran Pancasila 1 Juni 2024

Anggota Kongres dari Partai Demokrat, termasuk di Senat, telah mendukung tanggapan legislatif terhadap ICC. Namun sanksi tampaknya merupakan langkah yang terlalu jauh bagi mereka, karena Gedung Putih menentang pembatalan keputusan Presiden AS Joe Biden untuk menghapus sanksi yang dijatuhkan pendahulunya Donald Trump kepada jaksa penuntut ICJ.

ADVERTISEMENTS
ADVERTISEMENTS
Selamat dan Sukses kepada Pemerintah Aceh atas Capai WTP BPK

Jika pemerintah AS menentang RUU sanksi yang diajukan oleh Partai Republik, kemungkinan lain adalah Kongres akan mengeluarkan undang-undang yang mengancam sanksi terhadap negara-negara yang mematuhi surat perintah penangkapan yang dikeluarkan pengadilan dalam kasus terhadap Israel. Biden dapat melakukan hal ini secara sepihak melalui perintah eksekutif, meskipun pemerintah belum mengatakan apakah mereka saat ini sedang mempertimbangkan cara seperti itu. Perundang-undangan akan lebih mengikat dan berpotensi membantu menumpulkan kritik terhadap Capitol Hill.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action
Berita Lainnya:
Ribuan Personel Polisi Kawal Aksi Solidaritas Palestina di Kedubes AS

Presiden AS Joe Biden saat ini menghadapi tekanan yang semakin besar di dalam negeri, termasuk dari anggota Partai Demokratnya sendiri, untuk berhenti memberikan dukungan tanpa syarat kepada Israel ketika negara tersebut melancarkan serangan mematikan di Rafah dan wilayah lain di Gaza.

ADVERTISEMENTS
Bayar Jalan tol dengan Pencard

Anggota Kongres dari Partai Demokrat Bonnie Watson Coleman adalah orang terbaru yang ikut serta dalam seruan para anggota Kongres untuk mengakhiri dukungan AS terhadap perang Israel. “Kita sudah melewati garis merah,” katanya di X. “Kita tidak bisa terus mendukung ini. Tidak ada seorang pun yang lebih aman karena hal ini.” Senator AS Chris Van Hollen juga mengatakan kepada CNN bahwa AS “dapat dan harus menggunakan lebih banyak pengaruh” dengan sekutu utamanya.

“Pembayar pajak Amerika Serikat telah mendanai miliaran dolar senjata yang telah disalurkan ke pemerintahan Netanyahu, jadi inilah saatnya bagi pemerintahan Biden untuk menggunakan lebih banyak pengaruh untuk mencapai tujuan yang dinyatakan oleh presiden tersebut,” kata Van Hollen.

Sumber: Republika

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

فَأَرَدْنَا أَن يُبْدِلَهُمَا رَبُّهُمَا خَيْرًا مِّنْهُ زَكَاةً وَأَقْرَبَ رُحْمًا الكهف [81] Listen
So we intended that their Lord should substitute for them one better than him in purity and nearer to mercy. Al-Kahf ( The Cave ) [81] Listen

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi