Senin, 17/06/2024 - 04:38 WIB
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi

TERBARU

NASIONAL
NASIONAL

Namanya terseret kasus Vina Cirebon, benarkah Alif Bachtiar adalah cucu mantan Kapolri?

BANDA ACEH – Kasus Vina Cirebon yang tak kunjung tuntas dan terkesan semakin rumit, membuat publik menaruh curiga bahwa ada orang penting dibalik kejadian ini.Nama Alif Bachtiar mendadak hilang dari BAP sebagai salah satu DPO yang dikeluarkan oleh pihak Polda Jawa Barat saat itu (2016), setelah kejadian.

ADVERTISEMENTS
Selamat Hari Raya Idul Adha 1445 H dari Bank Aceh Syariah

Meski telah berlalu 8 tahun lamanya, kasus Vina Cirebon belum juga terbongkar hingga saat ini, bahkan masih ada DPO yang hingga kini belum ditemukan, termasuk Alif Bachtiar.

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses atas Dilantiknya Daddi Peryoga sebagai Kepala OJK Provinsi Aceh

Diketahui kasus Vina Cirebon ini terjadi pada 27 Agustus 2016 silam, dimana 2 orang menjadi korban kebiadaban genk motor di Cirebon kala itu.

ADVERTISEMENTS
Menuju Haji Mabrur dengan Tabungan Sahara Bank Aceh Syariah

Kasus Vina Cirebon kembali viral setelah diangkat dalam sebuah film berjudul “Vina sebelum 7 hari”, dimana Vina dan Eky menjadi korban.

ADVERTISEMENTS
ActionLink Hadir Lebih dekat dengan Anda

Dari kejadian tersebut, 8 pelaku telah menjalani hukuman, dimana salah satunya bahkan telah bebas yakni Saka Tatal.

ADVERTISEMENTS
Selamat & Sukses kepada Pemerintah Aceh
Berita Lainnya:
Polisi Temukan Pemilik Akun Facebook yang Suruh Ibu Muda Buat Video Asusila

Namun, lambatnya pihak kepolisian menangkap 3 orang yang menjadi DPO sejak 2016 menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat.

ADVERTISEMENTS
Selamat Menunaikan Ibadah Haji bagi Para Calon Jamaah Haji Provinsi Aceh

Terbaru, Polda Jawa Barat berhasil menangkap terduga Pegi alias Perong, namun masyarakat justru tidak percaya bahwa Pegi alias Perong yang ditangkap ini adalah pelakunya.

ADVERTISEMENTS
Ucapan Selamat & Sukses atas Pelantikan Pejabat di Pemerintah Aceh

Justru yang beredar di tengah masyarakat bahwa Pegi hanyalah korban salah tangkap dari aparat kepolisian.

ADVERTISEMENTS
ADVERTISEMENTS
Selamat Memperingati Hari Kelahiran Pancasila 1 Juni 2024

Karena dari ciri-ciri, tidak sesuai dengan DPO yang dikeluarkan Polisi sejak 2016 lalu, bahkan menurut masyarakat, pelaku yang sebenarnya masih bebas di luar sana.

ADVERTISEMENTS
ADVERTISEMENTS
Selamat dan Sukses kepada Pemerintah Aceh atas Capai WTP BPK

Beredar di media sosial beberapa nama pelaku yang dicurigai oleh masyarakat diantaranya ada 4 orang, yakni Perong alias Pegi, Dani, Andi dan Panji atau Alif Bachtiar.

ADVERTISEMENTS
Top Up Pengcardmu Dimanapun dan Kapanpun mudah dengan Aplikasi Action
Berita Lainnya:
Jokowi Sebut Tuntutan Masyarakat Semakin Tinggi: Sedikit-sedikit Diviralkan

Namun nama Panji atau Alif Bachtiar dihilangkan dari BAP dan tinggal 3 nama yang menjadi DPO sejak 2016 silam yakni Pegi, Andi dan Dani.

ADVERTISEMENTS
Bayar Jalan tol dengan Pencard

Lalu benarkah Alif Bachtiar ada hubunganya dengan Kapolres Cirebon Kota pada Desember 2016 – 2018, yakni AKBP Adi Vivid Agustiadi Bachtiar.

Berdasar penelusuran, mantan Kapolri Jenderal Polisi Da’i Bachtiar memang merupakan ayah dari Brigjen Pol. Adi Vivid Agustiadi Bachtiar yang saat ini menjabat Wakapolda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Namun, tidak ditemukan nama Alif Bachtiar sebagai anak dari Brigjen Pol. Adi Vivid Agustiadi Bachtiar dari penelusuran di wikipedia. 

Ataukah justru Pegi yang diduga pelaku adalah merupakan anak mantan Bupati Cirebon?

Lalu seperti apakah ujung dari kasus Vina Cirebon ini, kita nantikan saja babak selanjutnya. ***

ADVERTISEMENTS
x
ADVERTISEMENTS

Reaksi & Komentar

أَمَّا السَّفِينَةُ فَكَانَتْ لِمَسَاكِينَ يَعْمَلُونَ فِي الْبَحْرِ فَأَرَدتُّ أَنْ أَعِيبَهَا وَكَانَ وَرَاءَهُم مَّلِكٌ يَأْخُذُ كُلَّ سَفِينَةٍ غَصْبًا الكهف [79] Listen
As for the ship, it belonged to poor people working at sea. So I intended to cause defect in it as there was after them a king who seized every [good] ship by force. Al-Kahf ( The Cave ) [79] Listen

Berita Lainnya

Tampilkan Lainnya Loading...Tidak ditemukan berita/artikel lainnya.
IndonesianArabicEnglishRussianGermanFrenchChinese (Simplified)JapaneseMalayHindi