NASIONAL
NASIONAL

Abang Yaqut Tuding Pansus Haji Masalah Pribadi, PKB: Harusnya PBNU Berpihak pada Kebajikan

BANDA ACEH – Pernyataan Ketum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf yang menuding Pansus Angket Haji 2024 bersifat pribadi mendapatkan penolakan dari elite PKB. Partai besutan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin membantah segala tudingan tersebut.Tudingan alasan pribadi itu lantaran memanasnya hubungan PKB dengan PBNU. Gus Yahya menuding pansus angket haji sengaja digulirkan PKB demi menyerang Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas yang juga adik kandungnya.

Anggota Pansus Angket Haji dari PKB, Luluk Nur Hamidah mengatakan pansus angket haji adalah kesepakatan semua fraksi dan ditetapkan melalui rapat paripurna. Bahkan, semua fraksi telah menyerahkan daftar nama anggota Pansus yang ditetapkan melalui rapat paripurna.

Ia menjelaskan usulan pansus angket haji telah muncul sejak rapat bersama antara timwas DPR RI bersama Menteri Agama RI yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPR RI. Saat itu, rapat tersebut bukan dipimpin oleh Cak Imin.

Berita Lainnya:
dr. Tifa Ungkap Cuitan Akun Fufufafa yang Belum Pernah Dipublikasikan, Disebut Menghina Prabowo

“PKB bukanlah partai yang memiliki kursi mayoritas di DPR RI. Sangat mustahil dapat mempengaruhi seluruh fraksi hanya demi membalaskan dendam pribadi Gus Imin terhadap Menteri Agama. Ketum PBNU terlalu meremehkan semua fraksi DPR RI yang mengusulkan, dan menyetujui Pansus Haji,” kata Luluk dalam keterangannya, Senin (29/7/2024).

Luluk menjelaskan pansus angket haji digulirkan demi membela hak para jemaah haji Indonesia khususnya jamaah reguler yang mengantree lama dan bertahun-tahun dengan menabung sedikit demi sedikit. 

Ia menjelaskan pengalihan kuota 8400 ke haji khusus merupakan pelanggaran terhadap UU, pelanggaran kesepakatan DPR dan Kemenag. Selain itu, juga pengingkaran terhadap Kepres nomor 6 tahun 2024. 

“Bagi kami, pengalihan kuota haji reguler ke haji khusus yang melebihi ketentuan UU dan kesepakatan, merupakan tindakan semena-mena dan benar-benar mencederai rasa keadilan dan kenanusiaan, yang menjadi dasar etika para pejabat publik,” jelasnya.

Berita Lainnya:
Ressa Rizky Rossano Bungkam Usai Denada Akui Dirinya Anak Kandung, Rahasia 24 Tahun Terbongkar

Lebih lanjut, ia pun menyayangkan politisasi pansus haji semata urusan pribadi Cak Imin dan Menteri Agama sebagaimana disampaikan Gus Yahya. Apalagi indikasi adanya rente, gratifikasi atau bahkan hal-hal lain yang mencederai penyelenggaraan haji 2024 perlu diselidiki lebih lanjut.

“Kami punya keyakinan bahwa masyarakat Indonesia akan berpihak pada kerja-kerja DPR dan memberikan dukungan secara moral kepada Pansus Haji. Bahkan para kiai dan pimpinan Ponpes di banyak daerah memberikan dukungan pada kami,” jelasnya.

“Seharusnya PBNU berpihak pada rasa keadilan dan kebajikan publik darn bersama-sama mencari jalan terbaik bagi perbaikan penyelenggaran Haji di masa mendatang. Jangan malah kerja kami di Pansus Haji dikerdilkan, nanti publik semakin negatif thd PBNU,” tutupnya.

image_print
1 2

Reaksi

Berita Lainnya