NASIONAL
NASIONAL

Blok Medan Serang Jokowi, IHSG Segera Lengser?

Investor di Bursa global kini mencoba menggantungkan sentimen terbaru dari rilis data indeks PMI sektor jasa di AS yang akan dirilis malam nanti. Kinerja buruk data tersebut akan menjadi pukulan yang semakin dalam pada Bursa Saham, namun rilis data yang positif diyakini hanya sekedar mampu menahan pesimisme.

Sentimen kesuraman yang nyaris sempurna kali ini juga diyakini akan segera menjalar hingga sesi perdagangan di Jakarta pagi Ini. Investor di Jakarta terlihat sulit menghindar dari irama suram Bursa global, pelaku pasar di Jakarta kini berharap rilis data pertumbuhan ekonomi kuartalan yang akan dirilis jam 11.00 wib nanti sebagai gantungan untuk setidaknya menahan pesimisme yang telah hinggap. Sentimen domestik lain yang muncul, barangkali hanya terkait dengan situasi Politik terkini, di mana dalam sebuah persidangan akhir pekan lalu, terdakwa kasus korupsi mantan gubernur Maluku Utara, menyeret putri dan menantu Presiden Jokowi dengan menyebut istilah blok Medan. Situasi ini dengan mudah menyerang citra populer Jokowi yang selama ini lekat sebagai sosok sederhana.

Berita Lainnya:
Remaja Diperkosa 2 Oknum Polisi di Kebun Kopi, Dipindah ke Indekos lalu Disetubuhi Lagi

Secara keseluruhan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diyakini sangat rawan dalam membuka sesi perdagangan pekan ini. Gerak turun dalam rentang tajam alias lengser, sangat mungkin mendera IHSG. Dan rilis data pertumbuhan ekonomi akan menjadi pertaruhan penting. Kinerja pertumbuhan yang sesuai ekspektasi akan setidaknya mampu menghambat penurunan IHSG lebih parah, sebaliknya bila data pertumbuhan di bawah ekspektasi pasar akan menjadi pukulan tambahan bagi IHSG untuk terperosok lebih tajam. Namun situasi berbeda diperkirakan terjadi pada nilai tukar Rupiah.

Berita Lainnya:
Viral Ojol Dianiaya Oknum TNI di Jakbar, Diduga Paspampres

Rilis data perekonomian terkini AS akhir pekan lalu yang jauh dari memuaskan, menjadikan mata uang paman sam jatuh hingga di titik terlemahnya dalam empat bulan terakhir. Situasi ini tentu akan menjadi peluang besar bagi Rupiah untuk melanjutkan gerak penguatan nya sebagaimana telah terjadi pada sejumlah besar mata uang utama Dunia.

Pantauan Senin pagi waktu Indonesia Barat menunjukkan, di luar Dolar Kanada, seluruh mata uang utama Dunia mampu melakukan gerak balik penguatan yang signifikan. Rupiah akan semakin prospektif bila rilis data pertumbuhan ekonomi memuaskan pelaku pasar.

image_print
1 2

Reaksi

Berita Lainnya