NASIONAL
NASIONAL

Ditanya Alasan Ikut Aksi Unjuk Rasa di DPR RI, Pelajar SMK: Demo Jokowi, kan? Anaknya Nyalon

Dalam kondisi yang tak terkendali itu, polisi meletupkan peluru dari senjata api laras panjang yang dibawanya.

Hal itu sontak membuat banyak peserta aksi meradang.

Mereka mulai berteriak hingga ada yang menangis lantaran melihat rekan seperjuangannya tumbang.

“Woi, bantuin woi,” kata salah sejumlah massa aksi.

“Itu jangan ditangkap-tangkapin!,” seru mereka. 

Aksi itu kemudian tambah memanas kala polisi mengeluarkan pasukan bertameng yang lebih banyak. 

Para mahasiswa pun berhasil dipukul mundur.

Namun, kerusuhan justru semakin memanas dengan adanya perusakan halte yang berada di dekat jembatan penyeberangan orang (JPO) DPR MPR RI.

Mereka nampak merusak atap halte dengan kayu dan melemparinya dengan beberapa batu. 

Tak lama berselang, polisi keluar dengan mobil Brimobnya bersama pasukan bertameng.

Mereka mengusir mundur massa aksi yang merusuh dan diminta untuk keluar dari area DPR MPR RI.

Sementara itu di sisi kiri gedung DPR MPR RI, nampak sejumlah mahasiswa tumbang dibawa ke mobil ambulans.

Mereka ada yang terkena luka tembak di kepala, kaki, tangan, hingga sesak napas. 

Dari yang nampak, ada sekira 5 mahasiswa dari almamaterbberbeda yang mendapat penanganan medis.

Sebelumnya diberitakan, ribuan elemen masyarakat sipil mengepung gedung MPR DPR RI untuk mengawal putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait syarat pencalonan pilkada melalui putusan nomor 60/PUU-XXII/2024 yang ditolak DPR.

Pantauan Warta Kota di lokasi, Kamis (22/8/2024) pukul 10.48 WIB, nampak peserta yang mengikuti demo darurat demokrasi itu beragam, mulai dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPI), mahasiswa, hingga sejumlah komedian.

Mereka membawa satu mobil komando serta bendera dan spanduk-spanduk perlawanan. 

Sejumlah masyarakat juga membawa kardus-kardus yang berisi sindiran untuk DPR RI dan Presiden RI Joko Widodo.

“DPR milik rakyat, bukan Jokowi,” tulis salah satu kardus yang dibawa massa aksi  

“DPR jangan ikut Jokowi, kena azab,” tulis keterangan lainnya.

Sementara itu, Partai Buruh ikut memasang spanduk di depan gerbang DPR RI bertuliskan desakan adar DPR tidak mengubah dan melawan putusan MK.

Tak sampai di situ, para komedian yang gencar menyuarakan soal demokrasi di akun sosial medianya juga ikut turun gunung.

Beberapa yang nampak di lapangan adalah Abdel, Bintang Emon, Andovi, Arie Keriting, Abdur Arsyad, dan masih banyak lagi.

Mereka kompak mengenakan pakaian serba hitam.

Di tengah massa aksi yang membludak, para komedian itu mengaku tak gentar untuk mengikuti unjuk rasa demi demokrasi yang adil di Indonesia.

image_print
1 2 3

Reaksi

Berita Lainnya

Uh-oh! It looks like you're using an ad blocker.

Our website relies on ads to provide free content and sustain our operations. By turning off your ad blocker, you help support us and ensure we can continue offering valuable content without any cost to you.

We truly appreciate your understanding and support. Thank you for considering disabling your ad blocker for this website