MEULABOH – BPJS Kesehatan melakukan penilaian fasilitas kesehatan (Faskes) dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas kepada Peserta JKN dengan mudah, cepat dan setara.
Penilaian tersebut juga sekaligus memberikan motivasi dan apresiasi kepada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) untuk selalu berupaya memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik kepada Peserta JKN.
Seleksi penilaian dilakukan secara bertahap dimulai dari tingkat cabang sampai dengan tingkat pusat BPJS Kesehatan. Penilaian tingkat cabang terhadap faskes melalui 3 tahapan proses, tahap ketiga dilakukan secara langsung di ruangan rapat BPJS Kesehatan Cabang Meulaboh kemarin.
Seleksi tersebut dihadiri oleh Para Juri serta kandidat Faskes yang telah tersaring sampai dengan tahap ketiga sesuai dengan indikator seleksi faskes berkomitmen.
“Ada beberapa indikator yang dinilai pada tahap 1 yaitu tidak ada Riwayat fraud atau tidak sedang dalam proses penanganan Fraud, tidak pernah menerima surat peringatan kurun waktu 2023 sampai saat penilaian, dan di tahap tiga ini dinilai program unggulan atau inovasi dari faskes dalam peningkatan mutu pelayanan yang mudah cepat dan setara serta komitmen dalam implementasi terhadap janji layanan faskes kepada Peserta JKN,” jelas Manna, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Meulaboh.
BPJS Kesehatan juga menggandeng Tim Kendali Mutu Kendali Biaya, Ketua Asosiasi Klinik Indonesia serta Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Barat dalam proses seleksi tahap 3 yang hasilnya akan dikirimkan ke tingkat wilayah BPJS Kesehatan.
Salah satu kandidat Faskes yang masih dalam proses seleksi tahap 3 ini adalah Rumah Sakit Cut Nyak Dhien. Dalam proses seleksi oleh dewan juri, Direktur Rumah Sakit, Illum Anam, menyampaikan program unggulan inovasi dari RSU Cut Nyak Dhien dinamai dengan Alopaman yaitu Anjungan Layanan Otomatis Pasien Mandiri.
“Alopaman ini digunakan untuk mengecek status BPJS Peserta JKN, surat rujukan Pasien apakah masi aktif serta surat kontrolnya selain itu Konsitensi dalam Penerapan Implementasi Antrian Online via Mobile JKN,” terangnya.
Beberapa kandidat fasilitas kesehatan yang ikut dalam proses seleksi tahap ini, Puskesmas Meurebo, Klinik Ananda Familiy, Dokter Praktek Perorangan (DPP) dr. Ewie Indah Wati, DPP dr. Ema Fitriani, dr. Titin Maisharah, Puskesmas Suak Ribee, Klinik Keumala, Klinik Seuhati Medica, Rumah Sakit Cut Nyak Dhien, Rumah Sakit Teuku Umar dan Rumah Sakit Simeulue.[]
Editor: Biro Meulaboh

































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Berita Terpopuler