Ibu hamil naik pesawat tidak diatur untuk penerbangan dengan jet pribadi.
“Larangan terbang ibu hamil datangnya dari maskapai, bukan dari regulator. Kalau pesawat pribadi ya tidak masalah,” kata pakar penerbangan lainnya, Gerry Soejatman, kepada CNA.
Kendati demikian, ada risiko yang sama bagi ibu hamil, baik naik jet pribadi atau pesawat umum. “Kalau terbang dengan pesawat pribadi, risiko ditanggung sendiri,” ujar Alvin.
Alvin melanjutkan, perubahan tekanan udara ketika terbang sama saja antara jet pribadi dan pesawat umum. Hal ini yang menjadi salah satu risiko penerbangan bagi ibu hamil.
“Tekanan udara yang jauh lebih rendah dari pada di permukaan bumi tidak kondusif jika terjadi pendarahan. Selain itu, udara kabin yg kering berpotensi sebabkan dehidrasi,” lanjut dia.
Alvin mengatakan awak jet pribadi seharusnya juga tetap mengedepankan aspek keselamatan dan mengantisipasi bahwa salah satu penumpangnya adalah wanita hamil.
Di antara bentuk antisipasinya adalah merencanakan jika terjadi situasi darurat, misalnya jika terjadi kelahiran di atas pesawat.
“Penerbangan Kaesang itu dari Jakarta, transit dulu di Jepang, lalu ke Amerika. Kalau seandainya yang bersangkutan (Erina) melahirkan di penerbangan, maka harus direncanakan di mana akan mendarat daruratnya. Itu harus masuk dalam rencana penerbangan,” kata Alvin.
Menurut Gerry, risiko pendaratan darurat juga jadi salah satu alasan mengapa maskapai melarang ibu hamil untuk terbang.
“Airline melarang penumpang hamil di atas 36 minggu karena ada risiko tinggi harus medical diversion,” ujar Gerry.
“(Kalau jet pribadi, awaknya harus) siap-siap divert saja pesawatnya kalau ada apa-apa. Bisa saja penumpangnya bawa dokter juga,” lanjut dia.
Awak kabin jet pribadi juga harus siaga jika terjadi sesuatu pada penumpang yang tengah hamil besar. Di antaranya harus bisa membantu persalinan dan memastikan kesehatan bayinya.
Jet pribadi sewaan, kata Alvin tergantung penggunaannya. Ada yang memang disewa untuk membawa pasien yang sedang sakit, yaitu flying ambulance. Jet seperti ini, kata dia, menyediakan peralatan medis di dalamnya, seperti tabung oksigen atau pemantau tekanan darah.
Selain itu ada perawat yang mendampingi selama penerbangan. Tidak diketahui apakah jet pribadi yang digunakan Kaesang dan Erina memiliki fasilitas seperti ini.
“Itu yang saya tidak yakin apakah pesawat pribadi (Kaesang) memiliki perlengkapan itu atau tidak, karena masing-masing jenisnya memiliki standar sendiri-sendiri,” kata Alvin.






























































































PALING DIKOMENTARI
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
KOMENTAR
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Penipu yang begini gaya dia. sekalinya menipu akan tetap terus…