BANDA ACEH – Polisi akhirnya mengungkap aksi keji Indra Septiarman (26), yang tega memperkosa dan membunuh Nia Kurnia Sari (18), seorang penjual gorengan asal Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar).
Jasad Nia ditemukan terkubur di lahan perkebunan setelah tiga hari dinyatakan hilang.
– Kronologi Mengerikan Pukul 17.00 WIB: Indra dan tiga temannya duduk di lokasi tempat Nia biasa lewat saat berjualan. Korban dipanggil dengan alasan membeli dagangannya.
Pukul 17.50 WIB: Indra mulai merencanakan kejahatannya.
Ia memisahkan diri dari teman-temannya dan mempersiapkan tali rafia untuk menyekap korban.
Pukul 18.25 WIB: Nia dicegat saat pulang dari pasar, disekap, dan diseret ke bukit. Saat korban tak sadarkan diri, Indra melakukan pemerkosaan keji. Korban diikat dengan tangan dan kaki terikat.
Pukul 19.30 WIB: Setelah melampiaskan nafsu bejatnya, Indra menyeret tubuh korban sejauh 200 meter dan menguburnya di kedalaman sekitar 1 meter dalam kondisi tanpa busana.
Pukul 20.00 WIB: Indra kembali ke rumah untuk mengganti pakaian, bahkan sempat pergi ke warung seolah tidak terjadi apa-apa.
– Pencarian Berakhir Tragis Setelah dilaporkan hilang, keluarga dan warga bersama tim gabungan mulai melakukan pencarian.
Akhirnya, pada Minggu siang, 8 September 2024, pukul 15.10 WIB, jasad Nia ditemukan dalam kondisi mengenaskan, terikat tali rafia dan tanpa busana.
Jenazah langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Padang untuk autopsi. – Pelaku Ditangkap Setelah 11 Hari Pelarian Usai melakukan aksinya, Indra sempat kabur ke hutan dan perkebunan.
Namun, setelah pengejaran selama 11 hari, polisi berhasil menangkapnya di daerah Kayu Tanam, Padang Pariaman, pada Kamis sore, 19 September 2024.
Sebelumnya diberitakan, diksi sadis dialamatkan sebagian publik ke pelaku pembunuhan dan pemerkosaan, gadis penjual gorengan, NKS, di Sumbar, yakni IS.
Bahkan ironisnya, ketika mendengar keterangan polisi, bahwa pelaku IS sempat membeli gorengan yang dijual oleh korban NKS, sebelum melakukan aksi pemerkosaan dan pembunuhan.
Suharyono menjelaskan berdasarkan hasil keterangan sementara, pada hari Jumat tanggal 6 September 2024, korban masih beraktivitas seperti biasa berdagang gorengan ke beberapa kampung.
Lanjutnya menjelaskan, korban juga berpakaian seperti biasanya dengan memakai kerudung dan baju berwarna hitam. Sekitar pukul 17.50 WIB, Suharyono menyebut korban dipanggil ke sebuah rumah untuk dibeli dagangannya.
“Dilihat lah korban oleh empat orang yang sedang duduk-duduk di satu rumah. Sehingga korban dipanggil, kemudian dari empat itu salah satunya adalah pelaku,” jelasnya dalam konferensi pers, Jumat (20/9/2024).






























































































PALING DIKOMENTARI
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
KOMENTAR
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Penipu yang begini gaya dia. sekalinya menipu akan tetap terus…