Theo mengatakan, pelepasan sandera pilot asal Selandia Baru itu hanya memberikan kredit terhadap elite-elite yang bertikai dalam peperangan di Nduga selama ini. Padahal, kata Theo, yang menjadi korban dari pertikaian antara TNI-Polri dengan kelompok bersenjata Egianus Kogeya adalah masyarakat sipil yang hingga kini masih terlantar di pengungsian-pengungsian di Nduga.
Dalam satu tahun terakhir, kata Theo, operasi-operasi militer dari pasukan gabungan TNI-Polri dalam misi membebaskan Kapten Philip, dan perlawanan kelompok bersenjata Egianus Kogeya berujung dengan jatuhnya korban-korban dari banyak pihak. Bukan cuma pihak TNI-Polri, dan kelompok bersenjata yang menjadi korban atas konflik.
Tetapi, masyarakat biasa, pun turut terseret menjadi korban di medan peperangan. “Negosiasi penyerahan pilot Susi Air ke pihak Indonesia ini, harus dilanjutkan dengan negosiasi antara TNI dan Polri, dengan kelompok Egianus Kogeya agar berdamai. Karena dengan masih adanya pertikaian di Nduga, dan operasi-operasi militer di Nduga, tetap akan menjadikan masyarakat sipil di Nduga sebagai korban,” kata Theo saat dihubugi Republika dari Jakarta, Senin (23/9/2024).
Menurut Theo, ada tiga pihak yang saat ini harus melanjutkan komunikasi ke meja perundingan. Yaitu TNI-Polri sebagai pihak keamanan, sekaligus perwakilan Indonesia, dan Edison Gwijangge yang merupakan fasilitator, serta mediator yang diterima oleh kelompok bersenjata Papua Merdeka di Nduga.
Pihak terakhir, adalah pemimpin kelompok bersenjata Egianus Kogeya. Kata dia, ketiga pihak tersebut, tak bisa saling angkat trofi masing-masing atas penyelesaian, dan penuntasan permasalahan sandera Kapten Philip. “Sementara banyak masyarakat di Nduga, yang juga turut menjadi korban-korban dari konflik bersenjata selama operasi-operasi pembebasan pilot itu,” kata Theo.
Karena itu, kata Theo, TNI-Polri, serta pemerintah Indonesia, harus mengambil momentum. Keberhasilan dalam penyerahan sandera Kapten Philip dari pihak Egianus sebagai pentolan kelompok bersenjata yang melakukan penyanderaan itu, harus berlanjut dengan perundingan agar TNI-Polri, menghentikan operasi-operasi militernya di Nduga.
“Kita harus sama-sama mengapresiasi penyerahan pilot Susi Air tersebut karena alasan kemanusian. Tetapi, penyelesaian konflik di wilayah Nduga yang selama ini terjadi juga harus diselesaikan. Dan kita berharap, ada perdamaian untuk masyarakat di Nduga,” kata Theo.

































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Berita Terpopuler