DUNIA
INTERNASIONALTIMUR TENGAH

Hizbullah Tembakkan Rudal ke Arah Markas Mossad di Israel

“Pasukan perlawanan menggunakan jenis rudal baru mereka, Fadi-3, untuk melancarkan serangan ke pusat logistik Shimshon milik pasukan musuh,” kata posting kelompok tersebut lewat Telegram.

Gerakan Perlawanan Lebanon, Hizbullah, telah melakukan serangan rutin sejak awal Oktober tahun lalu terhadap posisi militer rezim Israel sebagai balasan atas serangan rezim pendudukan terhadap Gaza dan Lebanon selatan.

Israel melancarkan perang brutalnya di Gaza yang terkepung pada 7 Oktober setelah Hamas melakukan operasi yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap entitas pendudukan tersebut sebagai balasan atas kekejaman yang meningkat terhadap rakyat Palestina.

Israel telah memberlakukan pengepungan total di wilayah yang padat penduduk itu, memutus pasokan bahan bakar, listrik, makanan, dan air bagi lebih dari dua juta warga Palestina yang tinggal di sana.

Sementara itu, Amerika Serikat pada Senin (23/9) mengumumkan pengiriman “sejumlah kecil” pasukan tambahan ke Timur Tengah. 

AS memiliki sekitar 40 ribu tentara yang ditempatkan di kawasan tersebut. Juru bicara Departemen Pertahanan AS (Pentagon) Mayjen Patrick Ryder tidak menyebutkan berapa banyak pasukan baru yang akan dikirim.

“Mengingat ketegangan meningkat di Timur Tengah dan sebagai bentuk kewaspadaan, kami mengirimkan sejumlah kecil personel militer AS tambahan untuk memperkuat pasukanyang sudah ada di kawasan tersebut,” kata Ryder kepada wartawan, menurut berbagai laporan media.

“Saya tidak akan berkomentar atau memberikan informasi secara spesifik,” katanya.

Pesawat-pesawat tempur Israel menggempur Lebanon selatan hingga utara sepanjang Senin, yang Israel sebut ditujukan untuk menyerang sasaran-sasaran Hizbullah.

Pihak berwenang Lebanon mengatakan sedikitnya 356 orang, termasuk 21 anak-anak, tewas dan 1.246 orang lainnya luka-luka akibat gempuran tersebut. Ribuan orang terpaksa lari menyelamatkan diri.

“Agresi Israel ini merupakan sebuah skema yang ditujukan untuk menghancurkan desa-desa dan kota-kota Lebanon serta menghilangkan semua ruang terbuka hijau,” kata Perdana Menteri Lebanon Najib Mikati.

image_print
1 2

Reaksi

Berita Lainnya

Uh-oh! It looks like you're using an ad blocker.

Our website relies on ads to provide free content and sustain our operations. By turning off your ad blocker, you help support us and ensure we can continue offering valuable content without any cost to you.

We truly appreciate your understanding and support. Thank you for considering disabling your ad blocker for this website