Ia juga menambahkan bahwa psikopat pada dasarnya adalah individu yang destruktif dan bisa sangat berbahaya jika memiliki kekuasaan.
“Kalau dia punya kekuasaan, dia bisa menggunakan orang lain untuk melakukan tindakan yang dia sendiri pengecut untuk melakukannya,” jelasnya.
Pemeriksaan Kejiwaan dan Kode Etik
Salah satu poin penting yang disampaikan oleh Dr. Tifa adalah pertanyaan mengapa tanda-tanda kejiwaan ini tidak terdeteksi dalam pemeriksaan kesehatan saat Gibran mencalonkan diri dalam pemilihan umum.
Menurutnya, “mungkin tanda-tanda itu sudah terbaca oleh tim dokter, tetapi tidak diumumkan ke publik.”
dr Tifa menilai bahwa mungkin saja hasil pemeriksaan tersebut adalah dokumen rahasia yang tidak diungkapkan kepada masyarakat.
Namun, ia juga menekankan bahwa pemeriksaan kejiwaan bukanlah hal yang mudah dan cepat.
“Pemeriksaan kejiwaan tidak bisa dilakukan hanya dalam hitungan menit atau jam, eksplorasinya harus dilakukan berhari-hari atau berbulan-bulan untuk menegakkan diagnosis,” katanya.[]































































































PALING DIKOMENTARI
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
KOMENTAR
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Penipu yang begini gaya dia. sekalinya menipu akan tetap terus…