BANDA ACEH – Betrand Peto terseret dalam pusaran perceraian kedua orangtua angkatnya, yakni Ruben Onsu dan Sarwendah. Hal itu karena kedekatannya dengan Sarwendah yang dianggap tak lazim oleh netizen di media sosial.Ruben Onsu dan Sarwendah sudah resmi bercerai pada Selasa (24/9/2024) lalu. Majelsi hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan memutuskan perkara perceraian dua sejoli itu secara verstek melalui e-court.
Presenter kondang dan eks personel Cherrybelle itu harus mengakhiri pernikahannya di meja hijau, setelah kurang lebih 1 dekade menjalin rumah tangga bersama. Keduanya diketahui melangsungkan pernikahan yang mewah di Bali pada 2013 lalu.
Dari pernikahan itu, keduanya dikaruniai dua orang anak perempuan yang diberti nama Thalia dan Thania. Lalu, di tahun 2019, mereka memutuskan untuk menjadikan Betrand Peto sebagai anak angkat mereka.
Cowok yang kerap disapa Onyo itu diketahui diadopsi ketika usianya masih remaja, yakni sekitar 13 tahun.
Sejak saat itulah Onyo kerap muncul di berbagai konten yang diunggah oleh Ruben maupun Sarwendah ke media sosial.
Bak punya hubungan sedarah, Betrand juga terlihat sangat dekat dan akrab dengan Sarwendah maupun Ruben. Ia juga terlihat begitu menyayangi Thalia dan Thania.
Namun, Betrand Peto justru mendapat sorotan lain dari netizen mengenai kedekatannya dengan sang bunda, Sarwendah. Kedekatan mereka dianggap tak lazim, bahkan ‘kemesraan’ yang ditampilkan di media sosial membuat keduanya disebut netizen punya hubungan khusus.
Geram dengan komentar nyinyir netizen kepadanya, Sarwendah pun akhirnya angkat bicara soal perilaku putra angkatnya itu.
Ia mengungkapkan, bahwa perilaku Betrand Peto, seperti memberikan pelukan atau ciuman, sudah menjadi bagian dari adat dan budaya di tempa asal Onyo.
“Di tempat dia memang begitu, di sana semua orang bersikap seperti itu,” ungkap Sarwendah dalam sebuah wawancara di YouTube Rumpi Trans TV.
Menurut Sarwendah, kebiasaan menunjukkan kasih sayang melalui pelukan dan kontak fisik lainnya adalah bak love language di daerah asal Betrand Peto, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bahkan, hal itu dianggap lumrah dilakukan di sana.
Hal itu dialami sendiri oleh Sarwendah saat mengunjungi NTT. Ia mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat yang memperlihatkan ikatan kekeluargaan yang erat.
“Ini memang adat mereka, jadi ketika bertemu tetangga saja peluk, cipika cipiki, memang seperti itu,” ujarnya.
“Adat di tempat Onyo berbeda, mereka menunjukkan kasih sayang dengan cara seperti itu, jadi tidak perlu berubah hanya karena pindah ke Jakarta,” jelas Sarwendah.






























































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Berita Terpopuler