ACEH
ACEH

Mantan Kombatan GAM Pidie Dukung Bustami-Syech Fadhil Maju Pilgub Aceh

Pada kesempatan yang sama, mantan aktivis yang juga pernah bergabung dalam pasukan GAM Bireuen, Kautsar Muhammad Yus, mengingatkan bahwa Aceh telah mendapat kewenangan besar lewat Undang-undang Pemerintahan Aceh (UUPA), namun kewenangan itu belum bisa dimaksimalkan untuk mengeluarkan Aceh dari kemiskinan.

Kautsar mengingatkan, dulu mereka di GAM ada pemahaman bahwa jika perjuangan berhasil, pemerintahan Aceh akan diserahkan kepada orang yang ahli dan paham mengurus nanggroe.

“Jinoe ka saat jih ta pulang keulayi nanggroe nyoe bak ureueng yang meuphom uroh nanggroe (sekarang sudah saatnya kita kembalikan nanggroe ini kepada orang yang mengerti mengurusnya),” kata Kautsar.

Kautsar mengingatkan, pada 2027 Dana Otonomi Khusus yang saat ini tinggal setengahnya, akan berakhir. Setelah itu, jika salah memilih pemimpin maka Aceh akan masuk ke era kegelapan.

Karena itu, kata Kautsar, dibutuhkan orang yang punya kemampuan bagus untuk melobi Pemerintah Pusat.

“Aceh membutuhkan pemimpin yang mampu berkomunikasi dengan Pusat dan menjawab tantangan ke depan agar Aceh semakin maju dan mampu keluar dari posisi nomor satu provinsi termiskin,” kata Kautsar.

“Kalau yang kita pilih adalah gubernur yang tidak mampu berkomunikasi dengan pusat, nyan kajeuet top keudee laju (kita sudah bisa segera tutup toko),” kata Kautsar bertamsil.

Merespon harapan dan dukungan yang diberikan mantan GAM Pidie, Bustami Hamzah mengatakan dirinya akan memprioritaskan kesejahteraan masyarakat. Bustami menekankan bahwa seorang pemimpin harus selalu hadir di tengah masyarakat ketika dibutuhkan.

“Pemimpin itu adalah pelayan, seorang pemimpin itu harus hadir saat masyarakat butuh. Apa yang dibutuhkan? Persoalan pendidikan, pertumbuhan ekonomi, menekan angka kemiskinan, mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja untuk generasi ke depan,” kata Bustami.

“Saya yakin, kebersamaan akan membawa kesuksesan. Mari kita semua memilih pemimpin untuk lima tahun ke depan sesuai hati nurani, tanpa paksaan,” kata Bustami.[]

image_print
1 2

Reaksi

Berita Lainnya

Uh-oh! It looks like you're using an ad blocker.

Our website relies on ads to provide free content and sustain our operations. By turning off your ad blocker, you help support us and ensure we can continue offering valuable content without any cost to you.

We truly appreciate your understanding and support. Thank you for considering disabling your ad blocker for this website