MEDAN – Yayasan Mentari Meraki Asa (YMMA) menggelar Fun Walk Semarakkan Hari Sumpah Pemuda “Gerakan Sumatera Utara Akhiri Tuberkulosis” di Lapangan Cadika Medan, Senin (28/10/2024).
Funwalk diikuti 300 kader tuberkulosis (tbc) binaan YMMA dari 10 Kab/kota diantaranya Kota Medan, Deli Serdang, Kota Binjai, Langkat, Karo, Asahan, Simalungun, Kota Pematangsiantar, Labuhanbatu, dan Kota Padangsidimpuan.
Funwalk juga diikuti 20 mahasiswa program MSIB Batch 7 yang biasa disebut dengan TB Rangers. Adapun tema dari kegiatan tersebut yakni “Kader Jaga Kita, Kita Jaga Kader”.
Ketua YMMA Ahmad Hakiki, mengatakan acara Funwalk merupakan momentum silaturahmi dan penguatan organisasi antara yayasan dan kader yang berjuang di tengah masyarakat untuk eliminasi TBC di daerahnya masing-masing. Agenda ini juga rangkaian dari merayakan berdirinya YMMA dan masuk usia 4 tahun.
“Ini merupakan momentum untuk menguatkan langkah dan memantapkan visi ke depan untuk mewujudkan cita-cita bersama. Tugas YMMA sebagai mitra pemerintah punya banyak tantangan. Maka itu, menyatukan prinsip dan menguatkan komitmen kami mantapkan apalagi hari ini momentum Sumpah Pemuda. Saya meminta kita semua untuk memegang teguh prinsip yang sudah dijalani bersama. Mengeliminasi TBC di Sumt bukan pekerjaan mudah, butuh kerja sama yang erat,” ucap Hakiki.
Ia juga mengatakan YMMA terus berperan, bergerak, sepenuh jiwa dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera, sehat, dan adil. YMMA juga turut terlibat untuk mendukung program-program pemerintah baik di bidang kesehatan, sosial, ekonomi, pendidikan, dan lainnya.
“Saat ini kita telah ada di 10 kab/kota di Sumatera Utara. Kami melihat banyak potensi yang bisa digali untuk mewujudkan masyarakat sejahtera. Hari ini kita bergerak mengeliminasi TBC, tentu kedepan kita terus bergerak ke arah yang lebih baik,” ucapnya.
“Seperti yang kita buat hari ini. Kami berjalan berkeliling berjumpa dengan masyarakat untuk menyampaikan informasi terkait bahaya tuberkulosis dan cara penyebarannya serta bagaimana pengobatannya. Para kader antusias dan semangat menyampaikannya,” tambahnya.
Sementara itu SR Manager program TBC Komunitas Sri Maharani Arfiani, mengatakan rutinitas para kader adalah mendampingi pasien tbc agar rutin minum obat. Selain itu, kader punya peran untuk melakukan investigasi kontak ke lingkungan yang berpotensi penyebaran tbcnya lebih rentan.
“Kebanyakan kader kita adalah para ibu-ibu yang aktif di lingkungannya. Mereka punya motivasi tinggi dan dedikasi yang luar biasa. Maka dari itu, acara ini bertujuan untuk mempertemukan lader dari berbagai daerah untuk sama-sama saling berbagi, saling berdiskusi, dan saling menguatkan,” tambah Evi.

















































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Jeffrey Epstein yahudi nggak jelas dan pelaku pelecehan sensual.
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Berita Terpopuler