FINANSIALEKONOMI

Sri Mulyani Hadapi PR Berat, IHSG-Rupiah Rontok

Sentimen runtuhnya harga minyak dunia akibat aksi serangan basa-basi Israel, gagal dimaksimalkan pelaku pasar di Jakarta untuk mengangkat IHSG yang telah terkoreksi tajam dalam beberapa hari sesi perdagangan pekan lalu.

Rupiah Kembali Anjlok

Optimisme yang gagal menghampar di bursa saham terlihat seiring dengan situasi Rupiah di pasar uang. Pantauan menunjukkan, gerak nilai tukar mata uang utama dunia yang belum beranjak positif secara signifikan hingga siang ini. Kecenderungan menguat sejumlah mata uang utama dunia memang sempat terlihat, namun penguatan yang terjadi terkesan terlalu rentan hingga akhirnya beralih kembali ke zona merah.

Akibat dari masih lemasnya pasar uang global ini, nilai tukar mata uang Asia kesulitan untuk bangkit. Sementara sentimen regional yang meyakinkan masih belum tersedia, mata uang Asia akhirnya terjebak di rentang terbatas dengan kecenderungan melemah. Tidak terkecuali dengan Rupiah, kecenderungan melemah sulit dihindarkan meski terdapat sokongan potensi teknikal untuk menguat.

Hingga ulasan ini disunting, Rupiah tercatat diperdagangkan di kisaran Rp15.734 per Dolar AS atau merosot 0,64 persen. Pelaku pasar diyakini sedang menantikan momentum sentimen dari rilis data perekonomian terkini nasional yang diagendakan pada sesi akhir pekan ini menyangkut data inflasi dan indeks PMI.

Sementara pada mata uang Asia, gerak cenderung melemah juga terjadi seragam, dengan Rupiah menjadi mata mata uang yang mengalami koreksi tertajam. Mata uang Asia tercatat Masih menyisakan Peso Filipina dan Rupee India yang mampu menjejak zona penguatan.

Kemerosotan tajam IHSG dan Rupiah di tengah masih cenderung positif nya sentimen global pada sesi pagi awal pekan ini, tentu saja akan menjadi pekerjaan rumah alias “PR” besar dan sangat serius bagi Menteri keuangan Sri Mulyani yang baru saja menjalani retreat di Magelang

image_print
1 2

Reaksi

Berita Lainnya