“Kami sangat mengapresiasi komitmen anda yang tak tergoyahkan dalam melindungi masyarakat dan mendukung budaya kesiapsiagaan dan ketahanan. Saat ini kita memasuki latihan krisis. Setiap anda membawa kekayaan pengalaman yang berbeda-beda,” tukasnya.
Sementara itu, Plh Asisten Pemerintahan Keistimewaan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Aceh, Syakir menyebutkan. Aceh telah memiliki Pusat Peringatan Dini Tsunami yang beroperasi 24 jam tersebar di sepanjang pesisir, terhubung langsung dengan BMKG dan Pusat Peringatan Tsunami Internasional.
“Sehingga informasi bencana dapat diterima dalam hitungan menit,” tutur Syakir.
Sepanjang pesisir Aceh telah dibangun 50 escape building dengan standar tahan gempa dan tsunami. Ratusan kilometer jalur evakuasi telah dirancang dengan cermat, dilengkapi rambu-rambu yang jelas, dengan titik kumpul yang aman.
“Yang lebih membanggakan, masyarakat kita secara rutin telah melakukan simulasi evakuasi, memastikan setiap warga tahu apa yang harus dilakukan ketika bencana mengancam,” pujinya.
Pendidikan kebencanaan menjadi bagian integral, dari kurikulum sekolah di Aceh. Lebih dari seribu sekolah siaga bencana telah dibentuk. Tidak hanya belajar tentang karakteristik bencana, tapi juga praktik penyelamatan diri, dilatih secara berkala.




























































































PALING DIKOMENTARI
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
KOMENTAR
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Penipu yang begini gaya dia. sekalinya menipu akan tetap terus…