ASIAINTERNASIONAL

Gejolak Politik di Filipina, Wakil Presiden Ancam Bakal Bunuh Presiden Macros dan Ibu Negara

Berdasarkan hukum pidana Filipina, pernyataan publik semacam itu dapat dianggap sebagai tindak pidana yang mengancam akan mencelakai seseorang atau keluarganya dan dapat dihukum dengan hukuman penjara dan denda.

Di tengah perpecahan politik, panglima militer Jenderal Romeo Brawner mengeluarkan pernyataan dengan jaminan bahwa Angkatan Bersenjata Filipina yang beranggotakan 160.000 orang akan tetap bersikap nonpartisan.

“Kami menyerukan ketenangan dan tekad,” kata Brawner.

“Kami tegaskan kembali perlunya kita bersatu melawan mereka yang akan mencoba memutuskan ikatan kita sebagai orang Filipina.”

image_print
1 2

Reaksi

Berita Lainnya

Uh-oh! It looks like you're using an ad blocker.

Our website relies on ads to provide free content and sustain our operations. By turning off your ad blocker, you help support us and ensure we can continue offering valuable content without any cost to you.

We truly appreciate your understanding and support. Thank you for considering disabling your ad blocker for this website