Sebelum mengadopsi nama saat ini pada tahun 2017, Hayat Tahrir-al-Sham dikenal sebagai Jabhat al-Nusra. Secara tidak langsung dipersenjatai oleh Amerika Serikat (AS) dan sebelumnya didukung oleh Türkiye, Jabhat al-Nusra adalah salah satu faksi utama yang menentang pemerintah Bashar Assad selama Perang Saudara Suriah.
Rusia melakukan intervensi dalam konflik tersebut pada tahun 2015, membantu Assad merebut kembali sebagian besar wilayah negara tersebut dari Jabhat al-Nusra, ISIS, dan puluhan kelompok bersenjata yang didukung AS yang disebut sebagai “pemberontak moderat” oleh Washington.
































































































PALING DIKOMENTARI
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
KOMENTAR
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Penipu yang begini gaya dia. sekalinya menipu akan tetap terus…