Oleh: Damai Hari LubisPengamat Hukum & Politik Mujahid 212
Hasto Kristiyanto mesin utama penggerak PDIP partai idola para wong cilik, keluhkan “partai coklat” yang membekingi Jokowi, jika tidak, “Jokowi tidak ada apa-apanya”. Entah apa dan siapa partai coklat yang dimaksud. Hanya asumsi publik mengarah kepada institusi polri, yang orang nomor satunya adalah Jend. Kapolri Listyo Sigit Prabowo, orang kepercayaan bekas Presiden RI ke- 7, Jokowi.
Lalu dihubungkan dengan pernyataan Budi Arie yang dikenal punya kedekatan politik dengan Jokowi, Budi Arie jauh lebih dulu pernah mengatakan (24-6 20024),
Budi Arie Budi menyatakan, “bahwa judi online sulit diberantas akibat faktor adanya penegak hukum yang juga mengetahui terhadap oknum bandar pelaku terkait judi online, apakah maksud Budi Arie ada penegak hukum yang “membeking?” atau setidaknya melakukan pembiaran karena tahu namun diam saja ? Padahal judi online selain memang dilarang oleh sistem hukum, juga saat ini mendapat perhatian khusus dan tendensius dari Presiden RI Prabowo untuk diberantas.
Sehingga patut diperjelas oleh Budi, tentang siapa aktor Penegak Hukum yang tahu (namun pembiaran atau melindungi?). Karena menurut Budi Arie, yang saat itu masih menjabat menteri Menkoinfo, “Judi Online di Indonesia Diatur oleh 5 Bandar”. Lalu ada pertanyaan dari jurnalis, “kenapa tidak dikejar? Lalu kata Menkoinfo Budi Arie dalam program Ni Luh di Kompas TV, “tanya penegak hukum”.
Sedangkan menurut UU. Tentang Advokat, salah satu unsur dari profesi penegak hukum (non aparatur negara) adalah advokat, selebihnya yang diketahui secara umum, aparat penegak hukum selaku penyelenggara negara adalah anggota polri, JPU dan Para Hakim.
Maka, dasar asumsi publik cukup relevan dan amat logis berdasarkan fenomena dari law enforcement yang dilakukan lembaga Kepolisian RI (Polri), saat ini memang nyata semakin tidak presisi saat polri dipimpin oleh Listyo Sigit.
Contoh, selaku Kapolri Listyo tidak sanggup dan takut kepada Jokowi untuk memerintahkan Penyidik Polda untuk menahan TSK Firly Bahuri yang juga orang dekat Jokowi, dan
Listyo pun tidak sanggup menahan beberapa orang artis yang nyata-nyata terlibat kasus judi online, seperti Nikita Mirzani, Wulan Guritno, dan sekelas pelawak Deni Cagur serta Anwar Usman eks Ketua MK terlapor/teradu nepotisme di Polda Metro Jaya. Lalu bagaimana andai terduga judi online adalah para anggota legislatif?
Sementara publik menganggap Listyo dapat diyakini piawai menangkap orang yang bersalah, namun terhadap jenis kasus dan yang pelakunya merupakan orang yang biasa-biasa saja. Sehingga akibanya banyak proses hukum terhadap beberapa kasus justru mengalami stagnasi atau tidak ber-kejelasan dalam proses penanganan hukumnya.

































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Berita Terpopuler