BANDA ACEH – Presiden RI ke-7 Jokowi masuk nominasi sebagai tokoh paling korup di dunia versi Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP – organisasi jurnalisme investigasi dunia). Jokowi masuk nominasi bersama Presiden Kenya William Ruto, Presiden Nigeria Bola Ahmed Tinubu, Mantan PM Bangladesh Sheikh Hasina, dan konglomerat India Gautam Adani.OCCRP kemudian memberikan penjelasan terkait Jokowi yang masuk nominasi. Dalam keterangannya, OCCRP menjelaskan nama-nama nominasi berasal dari usulan masyarakat dunia.
“Hal ini sudah berjalan selama 13 tahun dan diputuskan oleh tim juri yang berasal dari civil society, akademisi, dan jurnalistik, yang kesemuanya memiliki pengalaman dalam menginvestigasi korupsi dan kejahatan. Kami menerima lebih dari 55 ribu masukan, termasuk tokoh-tokoh Politik terkenal bersama tokoh yang tidak begitu dikenal,” kata OCCRP dikutip dari laman resminya, Jumat (3/1).
OCCRP menjelaskan pihaknya tidak memiliki kontrol atas tokoh-tokoh yang masuk nominasi karena nama-nama tersebut berasal dari masyarakat.
“Ini termasuk nominasi mantan Presiden Indonesia Joko Widodo, yang dikenal sebagai Jokowi. OCCRP memasukkan para ‘finalis’ yang mendapat dukungan online terbanyak dan memiliki beberapa dasar untuk dimasukkan [dalam nominasi final],” ujarnya.
OCCRP mengatakan, pihaknya tidak memiliki bukti Jokowi terlibat dalam tindak korupsi untuk keuntungan pribadi selama masa kepemimpinannya.
“Meski demikian, kelompok civil society dan para ahli mengatakan pemerintahan Jokowi secara signifikan melemahkan komisi anti korupsi Indonesia. Jokowi juga secara luas dikritik karena merusak lembaga pemilihan umum dan peradilan Indonesia demi kepentingan ambisi politik putranya, yang kini menjadi wakil presiden di bawah presiden baru Prabowo Subianto.
“Para hakim menghargai nominasi masyarakat, tapi dalam beberapa kasus, tidak ada bukti langsung tentang korupsi yang signifikan atau pola pelanggaran yang telah berlangsung lama,” jelasnya lagi.
“Namun, jelas ada persepsi yang kuat di antara masyarakat tentang korupsi dan ini harus menjadi peringatan bagi mereka yang dinominasikan bahwa masyarakat sedang mengawasi dan mereka peduli. Kami juga akan terus mengawasi,” pungkasnya.
OCCRP memutuskan Bashar al-Assad, yang tidak masuk dalam tokoh yang paling dinominasikan, sebagai “Person of the Year” berdasarkan keputusan para juri.
Peran Assad dalam mengacaukan Suriah dan kawasan melalui jaringan kriminal terbuka, pelanggaran hak asasi manusia yang signifikan termasuk pembunuhan massal, dan korupsi menjadikannya pilihan utama.

































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Berita Terpopuler