BANDA ACEH – Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggono mengaku pihaknya masih belum mengetahui siapa yang memasang pagar laut di perairan Kabupaten Tangerang, Banten. Ia menyatakan, pihaknya sampai saat ini masih melakukan penyelidikan.
“Soal bagaimana dengan siapa yang sebetulnya memasang? Jadi, sampai hari ini masih dalam proses penyidikan. Ya, memang tuntutan dari masyarakat hari ini diusut, disegel, besok langsung ketahuan. Tapi tidak mudah juga,” kata Trenggono saat rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (23/1).
Trenggono mengungkapkan, pihaknya sudah mendapatkan petunjuk-petunjuk. Namun, petunjuk itu tentunya harus didalami melalui proses klarifikasi, untuk mendalami perihal pemasangan pagar laut.
“Karena terus terang kami tidak punya alat pengawasan yang disampaikan. Kami sebenarnya sudah mengajukan untuk kemudian kami memiliki digital surveilans, begitu. Tapi sampai sekarang kami belum punya,” ucap Trenggono.
Meski demikian, Trenggono memastikan ke depan akan melakukan peningkatan pengawasan pada setiap pesisir pantai. Namun, hal ini tentunya harus kerja sama dengan semua pihak.
“Karena memang luas wilayah kita seluruh Indonesia, tadi sudah saya sampaikan, kebetulan saja yang terjadi di Tangerang ini, sebetulnya kejadian seperti di Tangerang ini sudah banyak sekali. Tadi saya sampaikan, kita sudah menghentikan 196 kasus yang semuanya bermuara pada kegiatan pembangunan di ruang laut,” ungkap Trenggono.
Dalam kerja itu, Anggota Komisi IV DPR RI Heri Dermawan sebelumnya meminta Menteri Kelautan dan Perikanana (KP) Sakti Wahyu Trenggono untuk menunjukkan kesaktiannya dalam mengusut tuntas dalang di balik pemasangan pagar laut di perairan Tangerang, Banten. Menurutnya, masyarakat sudah resah dari kasus itu agar Pemerintah bisa mengusut tuntas.
“Sebetulnya sekarang ini masyarakat tuntutannya sederhana, cuma bongkar dan usut siapa di belakangnya, dan semua pejabat sudah mengatakan itu. Termasuk Bu Ketua (Komisi IV DPR Titiek Soeharto) juga sudah mengatakan bongkar dan usut tuntas siapa dibelakangnya,” tegas Heri Dermawan dalam rapat kerja dengan Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono.
“Pak menteri ini sesuai dengan namanya bisa menunjukkan kesaktiannya, apa arti sebuah nama?” sambungnya.
Meski demikian, politikus PAN itu mengapresiasi kinerja Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang telah membongkar pagar laut di perairan Tangerang. Namun, Heri menyarankan KKP tidak sendiri dalam mengusut tuntas kasua tersebut. Ia meminta KKP membentuk tim khusus untuk mengungkap kasus itu.






























































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Berita Terpopuler