BANDA ACEH – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menjadi institusi negara dengan citra paling rendan berdasarkan Survei Litbang Kompas yang dirilis pada Jumat, (24/1/2025).Persentase yang didapat oleh Polri yakni 65,7 persen, naik 1,5 persen dari survei Litbang Kompas periode Juni 2024.
Sementara institusi dengan penilaian tertinggi diraih oleh TNI dengan 94,2 persen.
Kemudian di bawahnya ada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) 81,6 persen, Komisi Pemilihan Umum (KPU) 80,3 persen, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) 73,6 persen, dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 72,6 persen.
Sebagai informasi, Survei Litbang Kompas ini menggunakan metode survei periodik wawancara tatap muka yang digelar Litbang Kompas dari 4-10 Januari 2025.
Sebanyak 1.000 responden dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 38 provinsi di Indonesia.
Survei ini memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error +/- 3,10 persen dalam kondisi penarikan sampel acak sederhana.
Peneliti Litbang Kompas, Yohan Wahyu, menjelaskan bahwa citra Polri ini terkait beberapa kasus yang sempat menjadi perhatian publik, seperti kasus pembunuhan Brigadir Josua.
“Padahal pernah juga terjadi penurunan sejak kasus Sambo yang menjadi perhatian publik. Sekarang perlahan sudah mulai naik lagi,” ucap Yohan.
Dibandingkan dengan hasil survei pada September 2024, terjadi kenaikan 0,6 persen saja.
Tanggapan Kapolri soal Sentimen Negatif
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memperhatikan banyak sentimen negatif dari masyarakat untuk Polri di media sosial selama 2024.
Sentimen negatif ini membuat Kapolri memastikan akan menganalisa dan melakukan evaluasi di tubuh Korps Bhayangkara atas kinerja yang dilakukan.
Menurut Sigit, dari 7 juta interaksi lebih banyak yang memberikan sentimen negatif.
“Dari keseluruhan interaksi tersebut terdapat sentimen positif sebesar 37 persen.”
“Sentimen netral 18 persen, dan sentimen negatif ada 46 persen,” kata Sigit dalam konferensi pers Rilis Akhir Tahun di Gedung Rupatama, Mabes Polri, pada Selasa (31/12/2024).
Untuk itu, mantan Kabareskrim Polri ini akan melakukan perbaikan-perbaikan agar sentimen negatif untuk Polri bisa berkurang.
“Namun demikian Polri terus berkomitmen untuk melakukan perbaikan terhadap sentimen-sentimen negatif yang ada di media sosial dengan langkah-langkah nyata di lapangan,” tuturnya.
Tindakan responsif atas segala permasalahan yang diadukan atau dilaporkan masyarakat dan melakukan tindakan secepat mungkin.
“Oleh karena itu tentunya kami terus menekankan kepada seluruh personel Polri agar terus melakukan pembenahan, melakukan tindakan yang cepat, melakukan responsif yang cepat tanpa harus menunggu hal tersebut menjadi viral,” jelasnya.





























































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Berita Terpopuler