NASIONAL
NASIONAL

Kapolres Ngada Belum Jadi Tersangka, Polda NTT Sebut Korban Anak di Bawah Umur Hanya 1 Orang

BANDA ACEH – Direktorat Reskrimum Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) menyatakan korban dugaan pencabulan yang dilakukan oleh Kapolres Ngada nonaktif AKBP Fajar Widyadharma Lukman hanya satu orang.

“Korban hanya satu orang berusia enam tahun,” kata Direktur Reskrimum Polda NTT Kombes Patar Silalahi dilansir ANTARA, Selasa, 11 Maret 2025

Korban dipesan oleh Fajar melalui seorang wanita berinisial F.

Saat dipesan F menyanggupinya sehingga F lalu mencari anak-anak dan mendapati korban dan langsung membawanya ke hotel yang sebelumnya sudah dipesan Fajar.

Dalam proses penyelidikan yang dilakukan Polda NTT, di salah satu hotel yang kamarnya sudah dipesan, terbukti ada tanda pengenal yakni Surat Izin Mengemudi (SIM) milik Kapolres Ngada nonaktif tersebut.

“Jadi tidak terbantahkan lagi, adanya fotokopi SIM di resepsionis salah satu hotel tersebut, atas nama FWSL,” ujar dia.

Dalam proses pemeriksaan yang dilakukan oleh Mabes Polri, pelaku koperatif dan menyatakan memang melakukan pencabulan tersebut.

Saat ini Polda NTT belum melakukan pemeriksaan Kapolres Ngada nonaktif. Karena itu, Polda belum menetapkan status tersangka.

Sebelumnya berdasarkan keterangan dari Plt Kadis PPA Kota Kupang Imel Manafe disebutkan ada tiga anak di bawah umur yang menjadi korban kasus dugaan pencabulan tersebut. Tiga anak itu berusia 14 tahun, 12 tahun dan tiga tahun.

image_print

Reaksi

Berita Lainnya

Uh-oh! It looks like you're using an ad blocker.

Our website relies on ads to provide free content and sustain our operations. By turning off your ad blocker, you help support us and ensure we can continue offering valuable content without any cost to you.

We truly appreciate your understanding and support. Thank you for considering disabling your ad blocker for this website