NASIONAL
NASIONAL

Manuver Laut Iran-China-Rusia Dimulai, Siap Tantang Amerika

BANDA ACEH –  China, Iran dan Rusia mengadakan latihan angkatan laut bersama pada Selasa di laut Timur Tengah. Ini dilakukan seiring sikap Teheran menolak tekanan dari Amerika Serikat untuk menjalani perundingan terkait program nuklir mereka.Latihan gabungan tersebut, yang disebut Sabuk Keamanan Maritim 2025, berlangsung di Teluk Oman dekat Selat Hormuz yang strategis. Wilayah itu adalah mulut sempit Teluk Persia yang dilalui seperlima dari seluruh minyak mentah yang diperdagangkan di seluruh dunia. 

Kawasan di sekitar selat ini di masa lalu telah menjadi tempat Iran menyita kapal-kapal komersial dan melancarkan serangan sejak Presiden Donald Trump pertama kali secara sepihak menarik Amerika dari perjanjian nuklir Teheran dengan negara-negara besar. Latihan tersebut menandai tahun kelima ketiga negara ikut serta dalam latihan tersebut.

Berita Lainnya:
Barbuk OTT Bea Cukai: Emas 3 Kg dan Uang Miliaran Rupiah

Seiring latihan itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan dia tidak akan bernegosiasi dengan Presiden AS Donald Trump di bawah ancaman. Tanggapan ini diberikan beberapa hari setelah Trump mengatakan dia telah mengirim surat kepada otoritas tertinggi Iran yang mendesak Teheran untuk menegosiasikan perjanjian nuklir.

“Saya tidak akan bernegosiasi dengan Anda di bawah ancaman. Lakukan apapun yang Anda inginkan,” kata Pezeshkian seperti dikutip oleh media pemerintah pada Selasa.

“Kami tak terima bahwa (Amerika Serikat) mengeluarkan perintah dan memberikan ancaman… Saya tidak akan bernegosiasi dengan Anda (Trump), lakukanlah apapun yang Anda inginkan,” tambah Pezeshkian.

Latihan tahun ini kemungkinan besar memicu peringatan pada Senin malam dari pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris, yang mengatakan ada gangguan GPS di selat tersebut, dengan gangguan yang berlangsung selama beberapa jam dan memaksa kru untuk mengandalkan metode navigasi cadangan.

Berita Lainnya:
Ibadah di Tanah Suci Bukan Medan Tempur, tapi Prabowo Lebih Pilih TNI-Polri Jadi Petugas Haji

“Ini kemungkinan merupakan gangguan GPS untuk mengurangi kemampuan penargetan drone dan rudal,” tulis Shaun Robertson, analis intelijen di EOS Risk Group dilansir Associated Press. “Namun, gangguan sistem navigasi elektronik telah dilaporkan di wilayah ini sebelumnya selama periode peningkatan ketegangan dan latihan militer.”

Kementerian Pertahanan Rusia mengidentifikasi kapal-kapal yang dikirim ke latihan tersebut sebagai korvet Rezky dan Pahlawan Federasi Rusia Aldar Tsydenzhapov, serta kapal tanker Pechenega. Kementerian Pertahanan China mengatakan pihaknya mengirim kapal perusak berpeluru kendali Baotou dan kapal pasokan komprehensif Gaoyouhu. Tidak ada yang memberikan rincian jumlah personel yang terlibat.

image_print
1 2 3

Reaksi

Berita Lainnya