Selanjutnya Afrizal Sofyan mengungkapkan tahap ketiga yakni, tidak mengingkari nikmat tersebut, mensyukuri suatu nikmat tidak cukup hanya dengan menyadari nikmat tersebut dan mengenali Sang Pemberi nikmat. Namun, juga harus mengakuinya dan tidak mengingkarinya.
“Ketika ada orang bersikap acuh dan cuek dengan bulan Ramadhan dan menganggapnya seperti bulan biasa, dikhawatirkan orang seperti ini termasuk ke dalam kelompok yang mengikari nikmat ramadhan,” tegasnya.
Kemudian pada tahap keempat, tunduk, patuh dan cinta kepada Sang Pemberi nikmat, dengan merenungi melimpah ruahnya nikmat yang Allah berikan, maka umat Islam bisa menyadari betapa besarnya perhatian dan kasih sayang-Nya kepada hambanya.
“Allahlah ar-Rahman, Maha Pengasih, Dialah ar-Rahim, Maha Penyayang, Dialah al-Wadud, Maha Pencinta, Dialah al-Wahhab, Maha Pemberi nikmat. Menyadari berbagai fakta ini akan menumbuhkan perasaan tunduk, patuh dan cinta dalam diri setiap umat Islam kepada Allah Swt,” imbuhnya.
Lalu pada tahap terakhir, mempergunakan nikmat tersebut sesuai dengan yang disukai oleh Sang Pemberi nikmat yaitu dengan memanfaatkan setiap detik dari bulan ramadhan untuk mentaati Allah Swt sejalan dengan aturan Allah Swt. Sebab Dialah yang memberikan nikmat tersebut.
Afrizal Sofyan menambahkan, di dalam al Quran dan Hadits Rasululullah Saw, Allah Swt menjelaskan berbagai aturan pemanfaatan Ramadhan dengan berbagai jenis amalan dan ibadah sebagai wujud mensyukuri nikmat umur yang diberikanNya selama Ramadhan, dengan catatan semua amalan dan ibadah yang ditunaikan harus memenuhi dua syarat. Yaitu niatnya ikhlas karena Allah, dan pelaksanaannya sesuai dengan tuntunan Rasulullah Saw.
“Ketika kita sudah mensyukuri nikmat Ramadhan yang Allah Swt berikan ditahun ini dengan mengunakannya sesuai dengan ketentuan yang Allah tetapkan, maka kita akan mendapatkan keutamaan-keutamaan dalam kehidupan, yaitu, mendapatkan keselamatan dari azab atau siksa neraka, mendapatkan keridhaan dan hidayah khusus dari Allah Swt,” pungkas DPS Rumah Sakit Syariah Ibnu Sina Aceh Besar ini.
Berikut Daftar Khatib dan Imam Shalat Jum’at se-Aceh Besar, 14 Maret 2025/14 Ramadhan 1446 H
1. Masjid Jami’ Babussalam Kem. Lam Ujong, Kec. Krueng Barona Jaya
Khatib : Tgk. Akmal Abzal, S.H.I
Imam : Tgk. Farihin
2. Masjid Jami’ Leupung, Kec. Kuta Baro
Khatib : Tgk. Suhemi
Imam : Tgk. Nurdin Ishaq
3. Masjid Jamik Buengcala, Kec. Kuta Baro
Khatib : Tgk. Rahmat Fajri
Imam : Tgk. Rahmat Fajri
4. Masjid Jami’ Nurul Iman Gp. Bak Dilip, Kec. Montasik
Khatib : Tgk. Mubarak
Imam : Tgk. Mubarak































































































PALING DIKOMENTARI
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
KOMENTAR
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Penipu yang begini gaya dia. sekalinya menipu akan tetap terus…