Bagi Roy Suryo, Gibran sangat tidak punya kemampuan atau kapasitas untuk menjadi wakil presiden RI.
Ia pun mneyoroti peran Gibran yang kabarnya mengisi materi retret kepala daerah di Akademi Militer (Akmil), Magelang, Jawa Tengah.
“Itu kan videonya sempat muncul, saya pikir videonya itu kan kita setidaknya bisa mendengar kan apa yang disampaikan, tapi coba kita perhatikan di video itu dia hanya kelihatannya membolak-balik kertas saja gitu kemudian ngomong yang sama sekali tidak kedengaran,” imbuh Roy Suryo.
“Sudah enggak kedengaran suaranya ditimpa dengan di dubbing istilahnya, audio yang ya enggak ada hubungannya audionyanya itu gitu, mending audionya yang didubbingkan itu film perjuangan apa lagu backsound perjuangan atau apa, itu kan enggak audio yang sesuai enggak ada hubungannya dan ketika dia sedang menjelaskan latar belakangnya tuh backdrop-nya tu soal e-purchasing bagaimana mekanisme pembelian lelang di daerah itu ya tampaknya dia tuh kayak enggak nyambung gitu dengan apa yang disampaikan di belakangnya,”
Bagi Roy Suryo selama ini dengan apa yang disampaikan Gibran saat berpidato di khalayak luas merupakan suatu hal yang aneh.
Ia pun sampai mengklaim Gibran terlah membodohi masyarakat dengan perilaku serta tindakannya.
“Jadi artinya waktu itu bahkan saya mengkritik sangat keras kan itu, bahwa kita tuh dibodohkan sampai dengan sekitar 100 tahun yang lalu,” tegasnya.
































































































PALING DIKOMENTARI
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
KOMENTAR
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Penipu yang begini gaya dia. sekalinya menipu akan tetap terus…