NASIONAL
NASIONAL

MBG Kembali Bermasalah, Belasan Siswa di Batang Diduga Alami Keracunan

“Jadi makan MBG-nya itu jam 09:30 WIB, anak pulangnya jam 10:00 WIB, saya jemput jam 10 lebih. Cuma kondisi anak saya sudah bersih. Cuma gurunya lagi bersih-bersihin tangga, masih bersihin gelas. Salahnya menurut saya gurunya tidak komunikasi, tidak ngomong. Yang ngomong anaknya sendiri,” kata Adi seraya menambahkan bahwa dia menemukan masih ada sisa bercak muntahan pada kerudung putrinya.

Melihat kondisi putrinya demikian, istri Adi pun berinisiatif menghubungi beberapa orang tua murid. “Dan memang benar pada muntah, ada tiga anak,” ucapnya.

Menurut Adi, pada Senin bakda Magrib, vendor MBG untuk sekolah putrinya mendatangi rumahnya. “Dia minta maaf, klarifikasi. Yang saya inginkan itu ke depannya lebih baik. Artinya nama orang kan punya kesalahan, tidak ada yang sempurna. Apalagi ini proyek nasional, proyek besar, program pelayanan publik. Jadi ke depannya kalau untuk TK, lebih baik gurunya nyicipi dulu sebelum makan,” ujar Adi.

Menurut Adi, sejauh ini belum ada komunikasi antara dia dan pihak sekolah. Kendati demikian, saat ini kondisi putrinya, meskipun masih diliburkan, sudah membaik. “Pemkab (Batang) kemarin sudah ngasih pernyataan kalau misal sampai korbannya dirawat atau berobat itu biayanya ditanggung sama pemerintah semua. Kemarin sudah ada pernyataan dari bupatinya. Tapi Alhamdulillah enggak ada masalah,” ucapnya.

Dia pun mengapresiasi langkah yang sudah diambil Pemkab Batang dan vendor MBG terkait. Sebab, sejak adanya peristiwa dugaan keracunan, pelaksanaan MBG di Batang membaik.

“Saya juga dijapri sama Dinkes Batang, ditindaklanjuti. Dinkes sudah datang ke MBG katanya untuk ambil sampelnya, untuk dicek di laboratorium semarang. Kalau untuk Selasa kemarin dan hari Rabu, makanannya jauh lebih baik dibanding sebelumnya. Jadi kesungguhan dari pihak MBG Batang untuk memperbaiki memang dipenuhi, artinya jangan sampai membuat kesalahan lagi,” kata Adi.

image_print
1 2

Reaksi

Berita Lainnya