Menurut Ustza Aufa, hadis ini mengajarkan kita agar jangan pernah meremehkan amalan sunnah. Sering kali dalam pikiran kita tertanam bahwa sunnah itu tidak wajib, dikerjakan berpahala, ditinggalkan tidak berdosa. Cara berpikir seperti inilah yang menyebabkan kita abai terhadap amalan-amalan sunnah.
“Jika kita mengubah mindset menjadi, sunnah adalah peluang pahala, dan meninggalkannya berarti kerugian, maka insya Allah kita akan lebih semangat mengerjakannya,” tegasnya.
Amalan sunnah akan menjadi penolong kita kelak di alam kubur. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Quran Fushilat ayat 46: “Barangsiapa mengerjakan kebajikan, maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri, dan barangsiapa berbuat jahat, maka (dosanya) menjadi tanggungan dirinya sendiri. Dan Tuhanmu sama sekali tidak menzhalimi hamba-hamba-Nya.”
Karena itu, kata Ustadz Aufa, kita harus mempertahankan amal shaleh selama hidup, karena kelak amal tersebut akan menjadi pembela kita di hadapan Allah. Terlebih setelah kita melewati bulan Ramadhan, di mana kita telah terbiasa dengan berbagai amal ibadah seperti membaca Al-Qur’an, shalat rawatib, shalat Dhuha, dan sebagainya.
“Alangkah ruginya jika setelah Ramadhan kita kembali menyepelekan semua amalan itu, seolah-olah ibadah hanya untuk bulan Ramadhan saja,” pungkas Ketua LPPKS BKPRMI Aceh ini






























































































PALING DIKOMENTARI
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
KOMENTAR
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Penipu yang begini gaya dia. sekalinya menipu akan tetap terus…