ACEH BESAR – Ketua Ikatan Alumni Abulyatama (IAA), Aliman menyerukan penyelesaian damai atas konflik internal yang melanda Universitas Abulyatama.
Ia menekankan pentingnya menjaga keberlangsungan proses belajar-mengajar dan menjamin terpenuhinya hak-hak mahasiswa di tengah situasi yang tidak menentu.
“Kami, sebagai alumni, memegang prinsip netralitas terhadap pihak-pihak yang berselisih. Namun, kami tidak dapat tinggal diam ketika hak dasar mahasiswa untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan aman berada dalam ancaman,” ujar Aliman.
IAA juga menyatakan bahwa pihaknya menghormati jalur hukum yang sedang ditempuh oleh para pihak yang berkonflik. Namun demikian, Aliman menegaskan bahwa proses hukum tersebut tidak boleh dijadikan alasan untuk menghambat aktivitas akademik di kampus. Hak mahasiswa untuk mendapatkan layanan pendidikan harus tetap dijamin tanpa gangguan.
Ia mendesak Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XIII Aceh sebagai perpanjangan tangan Kemenristekdikti agar mengambil peran aktif sebagai fasilitator dalam proses penyelesaian terutama untuk memastikan seluruh kegiatan akademik dapat berlangsung secara normal. “Ini menyangkut masa depan generasi muda dan menjaga citra pendidikan tinggi di Aceh,” tegasnya.
Sebagai institusi publik, Ketua IAA juga mendorong agar proses mediasi dilakukan secara terbuka dan melibatkan unsur-unsur independen, termasuk tokoh pendidikan, perwakilan mahasiswa, dosen, yayasan, alumni, serta dengan pengawasan langsung dari LLDIKTI. Menurutnya, jaminan hukum terhadap legalitas ijazah mahasiswa, terutama bagi mereka yang berada di semester akhir, harus diprioritaskan, begitu pula dengan kelangsungan bimbingan tugas akhir.
Lebih lanjut, ia mengingatkan seluruh pihak untuk menghindari tindakan yang bersifat intimidatif maupun diskriminatif terhadap mahasiswa selama konflik berlangsung. Layanan akademik dan administrasi harus tetap berjalan sebagaimana mestinya demi menjaga stabilitas proses pendidikan.
Dalam jangka panjang, Aliman menilai bahwa pemulihan nama baik Universitas Abulyatama harus menjadi agenda bersama. “Kita semua punya tanggung jawab moral untuk menjaga keberlangsungan kampus ini. Saatnya bersatu demi mahasiswa, demi masa depan generasi muda kita menyongsong Indonesia Emas 2045 dan demi kehormatan institusi yang telah banyak berjasa dan berkontribusi pada dunia pendidikan negeri tercinta ini,” tutupnya.[]































































































PALING DIKOMENTARI
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
KOMENTAR
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Penipu yang begini gaya dia. sekalinya menipu akan tetap terus…