EKONOMIFINANSIAL

Strategi Mengatur Keuangan Selama Bulan Qurban Agar Pengeluaran Terkendali

Hindari membeli barang hanya karena diskon, terutama jika itu bukan kebutuhan mendesak. Prioritaskan efisiensi daripada gaya hidup konsumtif.

4. Batasi Kegiatan yang Konsumtif

Acara kumpul keluarga atau perayaan kurban memang menyenangkan, tapi sering kali menjadi celah untuk pengeluaran berlebihan. Anda bisa tetap bersilaturahmi tanpa harus boros. 

Misalnya, cukup mengadakan makan bersama yang sederhana namun bermakna, atau meminimalisir kegiatan belanja impulsif saat libur panjang. Fokuslah pada nilai spiritual dan kebersamaan di momen Idul Adha. 

5. Buat Dana Darurat

Pengeluaran mendadak bisa terjadi kapan saja, apalagi di momen libur panjang seperti Idul Adha. Dana darurat penting untuk menjaga stabilitas keuangan jika ada kebutuhan tak terduga.

Sisihkan sebagian dari penghasilan atau THR (jika masih tersisa dari Lebaran) untuk dana darurat. Ini bisa menyelamatkan Anda dari terpaksa berutang saat terjadi kejadian yang tidak direncanakan.

6. Bijak Gunakan THR atau Bonus

Jika Anda masih memiliki sisa THR dari bulan sebelumnya, atau mendapatkan bonus menjelang Idul Adha, manfaatkan dengan cerdas. Berikut pembagian sederhana yang bisa Anda pertimbangkan:

  • 40% untuk kebutuhan Idul Adha (kurban, konsumsi, transportasi)
  • 30% untuk tabungan/investasi
  • 20% untuk dana darurat
  • 10% untuk hiburan atau keperluan pribadi

Alokasi ini membantu Anda tetap menikmati momen tanpa mengganggu kondisi finansial jangka panjang.

Dengan strategi keuangan yang tepat, bulan Qurban bisa dijalani dengan penuh berkah dan 

ketenangan. Diskusikan rencana keuangan ini bersama pasangan atau keluarga. Anda juga bisa berkonsultasi dengan family office atau penasihat keuangan profesional untuk mengoptimalkan pengelolaan dana, kurban, atau bahkan rencana naik haji di masa depan.

image_print
1 2

Reaksi

Berita Lainnya