BANDA ACEH – Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad dipanggil Polda Metro Jaya terkait kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.Kepala Subbid Penerangan Masyarakat Humas Polda Metro Jaya, AKBP Reonald Simanjuntak mengatakan bahwa pihaknya masih terus berupaya menyelidiki laporan Jokowi soal tudingan ijazah palsunya.
Reonald menjelaskan, pada Jumat pekan lalu (9/5/2025), pihaknya telah memanggil dua orang saksi terkait kasus tudingan ijazah palsu Jokowi. Namun, kedua saksi tidak hadir.
“Jumat kemarin. Tapi tidak hadir. Ada dua inisial MS dan AS. Kalau AS belum hadir belum ada konfirmasi, namun kalau untuk MS sudah konfirmasi bahwa tidak bisa hadir,” ucap Ronald kepada wartawan di Polda Metro pada Senin (12/5/2025).
Kendati demikian, Reonald tidak menyebutkan secara gamblang siapa sosok inisial MS dan AS tersebut.
Reonald hanya mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan penjadwalan ulang terhadap 2 saksi tersebut pada pekan ini.
“Biasanya kalau dia tidak datang, pas panggilan pertama biasanya dikasih waktu 3 sampai 6 hari. Kalau tidak juga baru panggilan kedua 1 minggu itu. Iya (pekan ini penggilan ulang),” tutur Reonald.
Adapun berdasarkan penelusuran, dua orang saksi yang dipanggil yakni Mikael Sinaga (MS) selaku Podcaster di Channel youtube Sentana TV dan eks Ketua KPK periode 2011-2015, Abraham Samad (AS).
Sebab, dalam tayangan sebuah episode berjudul “Host Sentana Dipanggil Polisi, Roy Suryo Bongkar Rahasia Forensik Ijazah” di Channel YouTube Sentana TV, Mikael Sinaga selaku host secara terang-terangan mengatakan bahwa dirinya mendapat surat undangan klarifikasi dari Polda Metro Jaya.
Ia juga menunjukkan surat undangan dari tim penyidik kepolisian tersebut.
Kemudian untuk inisial AS diyakini sebagai Abraham Samad selaku Mantan Ketua KPK. Dia dipanggil sebagai kapasitas saksi, dalam kasus yang dilaporkan Jokowi.
Sebab, sebelumnya Abraham Samad juga mengkiritik tindakan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang melaporkan lima orang atas dugaan pencemaran nama baik terkait tuduhan ijazah palsu ke Polda Metro Jaya, pada Rabu (30/4) kemarin.
Menurut Samad, sikap Jokowi itu merupakan kriminalisasi dan pembungkaman terhadap suara-suara kritis.
“Menurut hemat saya, apa yang terjadi terhadap Roy Suryo, Rismon, dokter Tifa, dan Fadilah ini adalah satu bentuk pembungkaman terhadap suara kritis dan ini sebebarnya melanggar hukum. Karena kebebasan orang untuk mengeluarkan pendapat itu dijamin oleh konstitusi,” kata kata Samad, Kamis (1/5).
































































































Paling Banyak Dipilih
Viral Lagu “Tak Diberi Tulang…
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Inilah 5 Produk Jam Tangan…
Apa benar, yang nomor 4 itu adalah produk ROLEX...???
Berusia Setengah Abad sejak 6/8/1973…
Berikut untuk mengingatkan kita kembali tentang Sejarah: "Kita bukan pembuat…
Pembiayaan Digantung Tak Ada Kabar…
Kriet mate bank Aceh nyan menyoe meurusan ngen ureng Aceh.…
Ada Dua Nama Calon Direktur…
Siapapun nanti dirut yg terpilih, saya siap membantu bas menggarap…
Active Threads
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Hana jelas, Leh kiban di meubut di kelola,Meu peu cap…
Paling Dikomentari
Kanda Bahlil Girang Disanjung dengan…
Rosan Roeslani Bongkar Akal-akalan Keuangan…
Apa itu Rehabilitasi dan Tujuannya
Kabar Gembira, Bustami Hamzah Resmi…
Bukan Sekadar Pelengkap! PTS Kini…
Komentator Paling Aktif
Komentar Paling Aktif
Syukur lah karena seharusnya memang langsung dimakan karena bukan namanya…
Ara lagi salah minum obat. Kami maklum. hahahaha...
Bikin malu Rakyat Republik Indonesia saja!
Anjing sudah menggonggong karena karena "tak diberi tulang lagi"
Si opung, siapa yang ngga' kenal dia. Mafioso Indonesia
Berita Terpopuler